(Beritadaerah-Nasional) Pemerintah menilai kondisi fiskal dan perekonomian Indonesia tetap stabil meski dunia tengah menghadapi ketegangan geopolitik yang berdampak pada pasar energi dan inflasi global. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam forum yang diselenggarakan Fitch Ratings di Jakarta.
Dalam pemaparannya, ia menggambarkan bahwa kinerja ekonomi nasional masih menunjukkan tren positif, tercermin dari pertumbuhan yang mencapai sekitar 5,39 persen pada kuartal terakhir. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari koordinasi yang solid antara kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, serta aktivitas sektor riil.
Ia juga menilai posisi Indonesia relatif lebih kuat dibandingkan negara dengan tingkat peringkat serupa. Stabilitas makroekonomi yang terjaga, inflasi yang terkendali, serta pengelolaan fiskal yang berhati-hati menjadi faktor yang memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai dampak eksternal, termasuk kenaikan harga minyak akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi menekan ruang fiskal, khususnya pada sektor energi dan pangan. Untuk merespons hal tersebut, pemerintah menempuh berbagai langkah strategis seperti meningkatkan efisiensi belanja negara serta memastikan program prioritas tetap berjalan optimal, termasuk program pemenuhan gizi masyarakat.
Di sisi lain, perlindungan terhadap daya beli masyarakat tetap menjadi perhatian utama melalui kebijakan subsidi energi yang lebih tepat sasaran. Pemerintah juga berupaya menjaga penerimaan negara agar tetap optimal. Pada awal tahun ini, penerimaan pajak tercatat mengalami pertumbuhan signifikan, didorong oleh penguatan sistem perpajakan berbasis digital, optimalisasi pendapatan dari sumber daya alam, serta pengelolaan penerimaan lainnya.
Lebih lanjut, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui reformasi struktural. Fokus diarahkan pada peningkatan produktivitas, penguatan investasi, serta pengembangan sektor-sektor strategis seperti ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi industri, hingga pengentasan kemiskinan.
Dengan kebijakan yang adaptif dan terukur, pemerintah optimistis dapat menjaga kepercayaan investor. Status peringkat kredit Indonesia yang tetap berada pada level layak investasi dinilai sebagai cerminan konsistensi dalam menjaga disiplin kebijakan fiskal dan moneter.
Ke depan, pemerintah menegaskan akan terus mengarahkan kebijakan tidak hanya untuk merespons tantangan global, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.


