Pemerintah Genjot Infrastruktur Transportasi untuk Perkuat Keterhubungan Wilayah DOB Papua

(Beritadaerah-Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi di Daerah Otonom Baru (DOB) Papua guna meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, memperlancar layanan publik, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Pada tahun anggaran 2026, dana sebesar Rp337,83 miliar disiapkan untuk pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas di kawasan tersebut.

Sejumlah proyek strategis tengah berjalan, di antaranya rekonstruksi ruas Simpang Kuprik–SP 9–SP 3 Salor di Papua Selatan yang diharapkan mendukung perkembangan pusat pemerintahan dan kawasan ekonomi baru. Di Papua Tengah, pembangunan jalan menuju Bandara Karadiri serta jalur penghubung Waroki–Kali Bumi juga terus dikebut untuk meningkatkan akses transportasi dan mobilitas masyarakat.

Selain membuka ruas baru, pemerintah melakukan peningkatan kapasitas jalan pada koridor Nabire–Wanggar yang menjadi jalur vital distribusi barang dan pergerakan warga. Penguatan jaringan transportasi turut dilakukan melalui pembangunan Jembatan Kali Bumi Bawah yang diharapkan mampu mengatasi hambatan geografis sekaligus meningkatkan kelancaran koneksi antarwilayah.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menilai keberadaan jalan dan jembatan memiliki peran penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Papua. Infrastruktur yang memadai dinilai dapat memperlancar arus logistik, memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar, serta memperkuat integrasi wilayah yang selama ini menghadapi tantangan kondisi alam.

Secara keseluruhan, anggaran pembangunan DOB Papua yang dikelola Kementerian PU pada 2026 mencapai Rp1,17 triliun. Melalui berbagai proyek tersebut, pemerintah berharap terbuka lebih banyak peluang investasi, pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua secara merata.