Pulau Arar Jadi Fokus Pemerataan Pendidikan di Wilayah Terpencil Papua

(Beritadaerah-Sorong) Pemerintah terus memperkuat pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk di Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Komitmen tersebut ditegaskan saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meninjau langsung hasil revitalisasi sekolah dan layanan pendidikan di kawasan tersebut.

Kunjungan itu disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak di daerah terpencil, sehingga tidak ada peserta didik yang tertinggal akibat keterbatasan wilayah maupun kondisi sosial ekonomi.

Abdul Mu’ti menjelaskan, program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 diprioritaskan bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T, sekolah terdampak bencana, serta sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat. Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik sekolah, tetapi juga penguatan berbagai model layanan belajar yang dapat menjangkau masyarakat dengan kondisi geografis yang beragam.

Pemerintah saat ini memperkuat sejumlah pendekatan pendidikan, mulai dari pendidikan jarak jauh, sekolah satu atap, sekolah terbuka berbasis komunitas, pendidikan kesetaraan, hingga kursus dan pelatihan. Langkah tersebut dilakukan agar layanan pendidikan dapat lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di daerah kepulauan dan wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

Kehadiran Mendikdasmen di Pulau Arar juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya Adolof Kambuaya menilai kunjungan itu menjadi momentum penting dalam mendorong pemerataan pendidikan di Papua.

Ia menyebutkan, Papua Barat Daya memiliki sekitar 160 ribu peserta didik yang tersebar di lebih dari 1.200 sekolah dan 900 kampung, sehingga dukungan pemerintah pusat dinilai sangat dibutuhkan untuk memperkuat layanan pendidikan di daerah.

Dampak revitalisasi sekolah mulai dirasakan langsung oleh para siswa. Murid SMA Unimuda Pulau Arar, Meske Salomina Sosir, mengaku suasana belajar kini jauh lebih nyaman setelah renovasi sekolah selesai dilakukan. Ia menuturkan, ruang kelas yang sebelumnya rusak kini sudah dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.

Menurut Meske, kondisi sekolah yang lebih baik membuat semangat belajar para siswa meningkat. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pendidikan di wilayah Pulau Arar.

Selain SMA Unimuda Pulau Arar, revitalisasi pendidikan turut dilakukan di SD Inpres 27 Kabupaten Sorong melalui pembangunan fasilitas sanitasi, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan rumah dinas guru.

Melalui langkah tersebut, pemerintah kembali menegaskan bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya menjadi agenda pembangunan, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak Indonesia hingga ke pelosok Papua.