(Beritadaerah-Jakarta) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Infrastruktur tersebut menjadi alternatif sumber air bagi petani ketika curah hujan menurun akibat fenomena El Nino.
Pembangunan JIAT diarahkan untuk menjaga ketersediaan air secara berkelanjutan sehingga kegiatan pertanian tetap dapat berlangsung pada musim kemarau. Sistem ini memanfaatkan air tanah yang dialirkan melalui sumur bor dan pompa, terutama untuk menjangkau lahan yang belum memperoleh layanan irigasi permukaan.
Salah satu JIAT dibangun di Desa Bawahan Seberang, Kecamatan Mataraman, dengan jaringan sepanjang sekitar 1 kilometer. Infrastruktur tersebut mampu melayani sekitar 10,71 hektare lahan pertanian dengan debit air sekitar 3 liter per detik dari sumur berkedalaman hingga 100 meter.
Fasilitas serupa juga dikembangkan di Desa Bawahan Selan. Jaringan irigasi sepanjang 760 meter itu mencakup lahan pertanian seluas 13,30 hektare dan menghasilkan debit sekitar 3 liter per detik dari sumur dengan kedalaman mencapai 126 meter.
Pembangunan kedua jaringan tersebut dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan frekuensi tanam. Jika sebelumnya sebagian petani hanya dapat menanam padi sekali dalam setahun karena keterbatasan air, ketersediaan irigasi memungkinkan peningkatan menjadi dua kali, bahkan berpotensi tiga kali dalam setahun.
Pengoperasian JIAT menggunakan listrik sebagai sumber energi utama dan genset sebagai cadangan apabila terjadi gangguan pasokan listrik. Air yang dihasilkan terutama dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi, sekaligus berpotensi mendukung penyediaan air baku bagi keperluan masyarakat sehari-hari.
Dengan adanya jaringan tersebut, petani di Banjar memiliki sumber air yang lebih terjamin sehingga ketergantungan terhadap curah hujan dapat dikurangi. Infrastruktur ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pertanian, meningkatkan produktivitas petani, serta memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
Pembangunan JIAT juga menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Keberadaan jaringan irigasi yang lebih andal diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah perubahan kondisi iklim dan ancaman musim kemarau panjang.


