Ilustrasi Food Production (Foto: topqualityrecruitment)

Industri Mamin Indonesia Didorong Naik Kelas ke Pasar Global

(Vibizmedia – Industry) Industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia masih berpotensi tumbuh. Karena potensi pasar makanan dan minuman (mamin) dunia juga masih terus tumbuh. Ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor.

Namun, pemerintah menilai peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan daya saing agar produk mamin nasional mampu menembus lebih banyak pasar internasional.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan nilai pasar mamin global pada 2025 mencapai USD512 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 7 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.

“Angka ini mencerminkan betapa besarnya potensi dan peluang ekspor bagi produk-produk mamin unggulan tanah air,” ujar Roro dalam Indonesia Food & Beverage Trade Promotion Forum di Jakarta, Selasa (11/8).

Meski peluangnya besar, posisi Indonesia masih perlu diperkuat. Pada 2025, ekspor makanan olahan Indonesia tercatat USD6,25 miliar atau berada di peringkat keempat ASEAN. Indonesia masih berada di bawah Thailand yang mencapai USD17,69 miliar, Vietnam USD8,89 miliar, dan Singapura USD6,5 miliar.

Roro menilai tantangan terbesar, terutama bagi pelaku UMKM, mencakup pemenuhan standar mutu internasional, sertifikasi keamanan pangan, ketentuan pelabelan dan pengemasan, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan teknologi.

Karena itu, Kementerian Perdagangan berkomitmen memperkuat ekosistem ekspor melalui pendampingan peningkatan kualitas produk, penyederhanaan layanan dan birokrasi ekspor, serta perluasan akses pasar melalui kerja sama bilateral dan multilateral.

“Keberhasilan ekspor Indonesia tidak hanya ditentukan besarnya potensi, tetapi juga keberanian untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan memperluas kerja sama,” tegasnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menambahkan, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan mitra internasional diperlukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan pasar makanan olahan global.

Pelaku usaha juga melihat forum tersebut sebagai peluang memperluas jaringan. PT HNF Alam Sejahtera, misalnya, saat ini telah mengekspor produk ke Yunani, Prancis, Jerman, dan Spanyol. Perusahaan berharap dapat memperluas pasar ke benua lain di luar Eropa.