(Beritadaerah – Komoditi) Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong penguatan daya saing industri ban nasional melalui peningkatan ekspor, perluasan investasi, serta penyelesaian berbagai hambatan di pasar internasional. Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi manajemen Bridgestone Indonesia di Kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (21/7).
Menteri Budi Santoso menegaskan pemerintah akan terus memfasilitasi perluasan pasar ekspor melalui penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan internasional serta promosi dagang di luar negeri. Kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.
“Kami berkomitmen memperluas akses pasar ekspor produk Indonesia, termasuk ban, melalui perundingan perdagangan, promosi internasional, serta business matching dengan calon pembeli potensial melalui perwakilan perdagangan di luar negeri,” ujar Budi.
Saat ini Indonesia telah memiliki 20 perjanjian perdagangan yang berlaku, 15 perjanjian dalam tahap ratifikasi, dan 11 lainnya masih dalam proses negosiasi, termasuk Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Semakin banyak perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia, semakin besar pula peluang produk nasional menembus pasar ekspor.
Selain membuka akses pasar, Kemendag juga terus menyederhanakan layanan ekspor melalui otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) bagi negara-negara mitra dagang agar proses ekspor menjadi lebih cepat dan efisien.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno menyambut baik dukungan pemerintah dalam memperluas jaringan perdagangan internasional. Saat ini Bridgestone Indonesia mengekspor produk ban ke sekitar 70 negara, dengan Australia, Jepang, dan Malaysia sebagai pasar utama.
Meski demikian, industri masih menghadapi sejumlah tantangan. Penurunan produksi karet alam nasional membuat perusahaan harus mengimpor sebagian bahan baku untuk menjaga kapasitas produksi. Selain itu, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib pada beberapa komponen yang belum diproduksi di dalam negeri dinilai berpotensi menghambat kelancaran proses produksi.
Tantangan lain datang dari pasar Uni Eropa melalui penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Bridgestone berharap penyelesaian IEU-CEPA dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia melalui penurunan tarif bea masuk dan kemudahan akses pasar.
Budi Santoso akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi industri ban nasional


