(Beritadaerah – Komoditi) Upaya pemerintah melindungi jutaan petani kelapa sawit mulai membuahkan hasil. Ini terjadi setelah dilakukan serangkaian intervensi yang dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dan didukung Satgas Pangan Polri, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di berbagai daerah berangsur pulih dan kembali bergerak naik sesuai ketentuan pemerintah daerah.
Pemulihan harga tersebut terjadi setelah Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar sekitar tiga kali pertemuan intensif dengan pelaku usaha, asosiasi, serta perwakilan petani sawit. Pertemuan ini dilakukan untuk memastikan harga TBS di tingkat petani kembali mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.
Langkah tersebut ditempuh setelah harga TBS sempat mengalami penurunan tajam dan dinilai tidak sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia maupun penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Sebagian besar perusahaan sawit kini telah melakukan penyesuaian harga pembelian TBS dari petani. Berdasarkan pemantauan harian Kementan, jumlah perusahaan yang belum menaikkan harga terus mengalami penurunan.
“Harga TBS sudah naik, 80–85 persen, mungkin saat ini 90 persen sudah naik. Tetapi yang belum naik tetap kita telusuri bersama Satgas,” ujar Mentan Amran, Rabu (17/6/2026).
Menurut Amran, perkembangan tersebut menunjukkan langkah cepat pemerintah dalam mengawal harga sawit mulai memberikan dampak positif. Sebelumnya, sekitar 270 perusahaan teridentifikasi belum menyesuaikan harga TBS sesuai kondisi pasar. Kini jumlah tersebut turun menjadi sekitar 130 perusahaan.
“Kemarin 270, sekarang tinggal 100 lebih, sekitar 130 perusahaan. Yang belum menaikkan tetap diperiksa. Sinyalnya sudah naik, tetapi kita monitor. Bukan hanya naik lalu turun kembali, tetapi kita pantau seluruh Indonesia,” katanya.
Pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan harga, tetapi juga memastikan kenaikan tersebut dapat bertahan secara berkelanjutan. Pengawasan akan terus dilakukan agar petani tidak kembali mengalami tekanan akibat penurunan harga yang tidak wajar. Keberpihakan pemerintah terhadap petani merupakan arahan langsung Presiden. Karena itu, Kementan bersama Satgas Pangan terus mengawal tata niaga sawit agar berjalan lebih sehat, transparan, dan berkeadilan.
Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan sekitar 15 juta petani sawit yang menggantungkan hidup pada komoditas strategis tersebut. Pemerintah menilai petani harus menjadi pihak yang turut menikmati manfaat ketika harga CPO dunia meningkat dan pasar menunjukkan tren positif.
Kementan bersama Satgas Pangan Polri melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap perusahaan yang diduga masih membeli TBS di bawah harga yang semestinya. Hasil pengawasan menunjukkan pemulihan harga mulai terjadi di berbagai sentra sawit nasional. Sejumlah daerah melaporkan harga TBS bergerak naik dan mendekati, bahkan telah mengikuti, harga acuan yang ditetapkan pemerintah daerah.


