Wamenkeu Soroti Peran Generasi Muda dan Fiskal dalam Mewujudkan Visi Indonesia 2045

(Beritadaerah-Nasional) Kunjungan siswa SMA Taruna Nusantara ke Kementerian Keuangan dimanfaatkan sebagai momentum pembekalan mengenai arah pembangunan nasional. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memberikan pandangan strategis terkait peran kebijakan fiskal serta kontribusi generasi muda bagi masa depan bangsa.

Dalam pemaparannya, ia mengangkat visi jangka panjang menuju Indonesia 2045 atau yang kerap disebut sebagai Indonesia Emas. Target yang ingin dicapai adalah menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia, dengan nilai produk domestik bruto yang signifikan serta peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.

Saat ini, posisi ekonomi Indonesia masih berada di kisaran peringkat ke-16 dunia, dengan capaian PDB sekitar USD1,5 triliun. Pendapatan per kapita juga masih berada pada level negara berpenghasilan menengah, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing nasional.

Menurutnya, tantangan utama dalam mencapai target tersebut terletak pada kualitas sumber daya manusia. Rata-rata lama pendidikan masyarakat yang masih terbatas serta tingkat partisipasi pendidikan tinggi yang belum optimal menjadi perhatian penting pemerintah. Untuk itu, berbagai program penguatan pendidikan terus didorong, termasuk pembangunan sekolah dan peningkatan kualitas institusi pendidikan unggulan.

Selain tantangan, Indonesia juga memiliki peluang besar melalui bonus demografi, di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Kondisi ini dinilai dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi apabila diiringi peningkatan kualitas SDM.

Dalam kesempatan itu, dijelaskan pula bahwa kebijakan fiskal memegang peran vital dalam pembangunan. Melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah mengalokasikan pendapatan dari sektor pajak dan kepabeanan untuk mendukung berbagai program prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga perlindungan sosial.

Pengelolaan anggaran tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, kebijakan fiskal juga berperan dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan penguatan sektor industri nasional.

Melalui pembekalan ini, diharapkan generasi muda dapat memahami peran strategis mereka dalam pembangunan serta turut berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia di masa mendatang.