Rakor Kemenhub dan Prov. Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel, 27 Feb 2026 (Foto: Kemenhub)

Menhub Perkuat Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di Gerbang Indonesia Timur

(Beritadaerah – Sulsel) Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (27/2). Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan kesiapan Angkutan Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan menyusul hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) yang menempatkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah asal dan tujuan utama pemudik, sekaligus gerbang Indonesia bagian timur.

Berdasarkan hasil survei, Sulsel menjadi daerah asal terbesar keenam dengan potensi pergerakan 3,92 juta orang (2,7 persen). Sebagai daerah tujuan, Sulsel masuk lima besar dengan perkiraan kedatangan 5,36 juta orang (3,40 persen).

Lonjakan tersebut diperkirakan memicu kepadatan di sejumlah simpul transportasi di Makassar, terutama Bandara Sultan Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno-Hatta pada masa mudik dalam rangka Idul Fitri 2026. Bandara Sultan Hasanuddin diproyeksikan melayani sekitar 508 ribu penumpang berangkat dan 627 ribu penumpang datang. Sementara Pelabuhan Soekarno-Hatta diperkirakan melayani sekitar 134 ribu penumpang berangkat dan 150 ribu penumpang datang.

“Perlu antisipasi kepadatan melalui manajemen lalu lintas, pengaturan keluar-masuk kendaraan, serta penyediaan angkutan lanjutan atau feeder,” ujar Dudy.

Untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, Kemenhub kembali menggelar program Mudik Gratis kapal laut dengan rute Batulicin–Makassar, Balikpapan–Parepare, Siwa–Tobaku, dan Tobaku–Siwa.

Menhub juga mengingatkan potensi kemacetan di pasar tumpah dan sejumlah destinasi wisata seperti Puncak Malino, Tanjung Bira, dan Pantai Losari. Selain itu, sebanyak 307 masjid di Sulsel didorong untuk dioptimalkan sebagai rest area pendukung, dengan fasilitas parkir, sanitasi, dan pengaturan arus kendaraan yang memadai.

Menutup pertemuan, Dudy menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah, termasuk dalam mitigasi bencana dan pengamanan titik rawan. “Dengan peran strategis Sulsel sebagai simpul transportasi utama Indonesia timur, sinergi yang kuat menjadi kunci agar arus mudik berjalan aman, lancar, dan nyaman,” ujarnya.