(Beritadaerah-Jakarta) Selama Ramadan dan persiapan menyambut Lebaran 2026, Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah daerah. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi daging sapi, daging ayam, serta telur ayam ras tetap terjaga hingga menjelang Idulfitri.
Hasil pengawasan di Depok, Bandung, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi menunjukkan pasokan di tingkat peternak dan rumah potong hewan (RPH) dalam kondisi cukup, sehingga harga di pasar relatif stabil sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.
Hasil sidak yang dilakukan di Kota Depok pada hari Minggu (22/2) di Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka mencatat harga telur Rp31.000–Rp32.000 per kilogram, daging ayam Rp37.000-Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi sekitar Rp140.000 per kilogram. Pasokan ayam terpantau melimpah di tingkat pedagang dengan distribusi terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga.
Terkait dengan pelaksanaan sidak ini, Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menegaskan harga masih dalam batas normal.
“Harga daging ayam rata-rata masih berada di kisaran Rp37.000-Rp40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan harga tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan kenaikan tidak berasal dari hulu. “Harga karkas di RPH Rp105.000-Rp107.000 per kilogram masih dalam koridor acuan, sehingga kenaikan di pasar lebih pada margin di tingkat pedagang,” ujarnya. Ia menambahkan, “Harga ayam hidup di kandang masih sesuai acuan, jadi yang perlu dijaga adalah stabilitas distribusi dan margin di hilir agar tetap wajar.”
Harga daging ayam di Bandung tercatat Rp42.000 per kilogram atau sekitar 5 persen di atas HAP Rp40.000 per kilogram. Ayam hidup Rp22.500-Rp23.000 per kilogram dan telur Rp29.500 per kilogram, masih di bawah HAP.
Sekretaris Jenderal Pinsar, Mukhlis Wahyudi, serta Ketua Asosiasi Bandar Daging Jawa Barat (Apresiasi Nusantara), Baehaqi, menegaskan komitmen pelaku usaha menjaga harga sesuai acuan dan memastikan distribusi berjalan lancar sehingga tidak ada alasan harga daging melebihi Rp140.000 per kilogram.
Di Yogyakarta, sidak Minggu (22/2/2026) di Pasar Beringharjo, Kranggan, Terban, dan Colombo menunjukkan harga daging sapi Rp125.000-Rp135.000 per kilogram, dengan harga karkas di RPH Giwangan Rp95.000–Rp100.000 per kilogram dan di RPH Segoroyoso Bantul Rp95.000 per kilogram.
Harga daging ayam Rp38.000–Rp40.000 per kilogram dan telur Rp30.000–Rp31.000 per kilogram. Untuk ayam layer di Pasar Terban, harga hidup di kandang Rp23.000 per kilogram dan Rp26.000 per kilogram di pedagang, menunjukkan segmentasi pasar berjalan normal tanpa lonjakan signifikan.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Hendra Wibawa, menegaskan pasokan aman dan harga terkendali. “Kami memantau secara ketat, dan sejauh ini harga masih normal. Pasokan daging, ayam, dan telur ayam tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Di Kabupaten Bogor, pemantauan Sabtu (21/2/2026) di Pasar Cibinong dan Citeureup menunjukkan harga daging sapi Rp130.000 per kilogram sesuai HAP. Daging ayam Rp43.000–Rp45.000 per kilogram atau sedikit di atas HAP Rp40.000 per kilogram seiring peningkatan konsumsi Ramadan, dengan ayam hidup Rp28.000 per kilogram.
Harga telur Rp31.000 per kilogram dengan harga dari agen Rp29.200 per kilogram (asal Jawa Tengah) dan Rp26.666 per kilogram (asal Karangasem), menunjukkan distribusi lintas daerah berjalan lancar dan pasokan tetap terjaga.
Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, menegaskan ketersediaan relatif aman dan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
Di Bekasi, sidak Minggu (22/2/2026) di Pasar Tambun dan Pasar Induk Cibitung menunjukkan harga daging sapi Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp36.000–Rp40.000 per kilogram, dan telur Rp32.000–Rp33.000 per kilogram. Pasokan sapi berasal antara lain dari RPH Teluk Pucung dan Perumda Dharma Jaya.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, I Ketut Wirata, menegaskan pengawasan dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari RPH, distribusi, hingga pasar rakyat.


