(Beritadaerah-Jakarta) Pasar saham Indonesia menunjukkan pemulihan kuat setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 7,47 persen dan berakhir di level 5.746,64, menandai kembalinya kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa penguatan indeks didorong oleh berbagai sentimen positif yang berkembang dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, sejumlah isu yang sebelumnya memunculkan keraguan di kalangan investor telah memperoleh penjelasan dari regulator sehingga membantu meredakan kekhawatiran pasar.
Ia menilai langkah-langkah yang ditempuh otoritas, termasuk dukungan terhadap aksi pembelian kembali saham (buyback) oleh emiten tanpa harus melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), turut memberikan dorongan bagi pemulihan pasar. Kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan stabilitas harga saham sekaligus memperkuat keyakinan pelaku pasar.
Friderica, yang akrab disapa Kiki, menegaskan bahwa tekanan yang sebelumnya menimpa IHSG bukanlah fenomena yang hanya terjadi di Indonesia. Menurutnya, sejumlah bursa saham di kawasan Asia juga mengalami koreksi cukup tajam akibat sentimen global yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan regional.
Ia mencontohkan pasar saham Korea Selatan yang sempat menghentikan sementara perdagangan setelah indeks utama mengalami penurunan lebih dari 8 persen. Kondisi serupa juga dirasakan oleh sejumlah bursa lain di kawasan Asia dalam periode yang sama.
Sebelumnya, pada perdagangan Senin (8/6/2026), IHSG terkoreksi 4,52 persen hingga berada di level 5.342,13. Pelemahan tersebut memperpanjang tren penurunan yang telah berlangsung sejak pekan sebelumnya. Namun, lonjakan signifikan pada perdagangan berikutnya menunjukkan daya tahan pasar domestik dan meningkatnya minat investor terhadap instrumen saham di Indonesia.
Pemulihan tersebut juga tercermin dari tingginya aktivitas transaksi. Volume perdagangan tercatat mencapai 45,17 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp28,01 triliun. Sementara frekuensi transaksi mencapai lebih dari 2,7 juta kali sepanjang sesi perdagangan.
Kinerja positif ini memperlihatkan bahwa pasar modal nasional mampu bangkit dengan cepat setelah mengalami tekanan. Membaiknya sentimen investor, dukungan kebijakan regulator, serta aksi korporasi yang dilakukan sejumlah perusahaan tercatat menjadi faktor utama yang menopang penguatan IHSG pada perdagangan terbaru.


