DEN Laporkan Evaluasi Program MBG dan Perkembangan GovTech kepada Presiden Prabowo

(Beritadaerah-Jakarta) Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menggelar pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, untuk menyampaikan perkembangan sejumlah agenda strategis ekonomi nasional. Dalam pertemuan tersebut, DEN memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kemajuan transformasi digital pemerintahan yang tengah dijalankan.

Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan bahwa salah satu materi utama yang disampaikan kepada Presiden adalah hasil survei independen mengenai implementasi program MBG di ratusan lokasi. Menurutnya, kajian tersebut dilakukan secara profesional untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan gambaran yang akurat mengenai dampaknya di lapangan.

Selain itu, DEN juga melaporkan perkembangan sistem Government Technology (GovTech) yang disebut telah mencapai tingkat integrasi data sekitar 80 persen. Luhut menilai digitalisasi layanan pemerintahan akan menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan efektivitas tata kelola negara karena memungkinkan pengelolaan data yang lebih terintegrasi dan transparan.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir sejumlah anggota DEN, antara lain M. Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat.

Septian Hario Seto mengungkapkan bahwa survei yang dilakukan DEN difokuskan pada dampak program MBG terhadap pembentukan ekosistem rantai pasok baru. Hasil pengamatan menunjukkan sebagian besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah melibatkan pelaku usaha kecil sebagai pemasok kebutuhan program.

Berdasarkan hasil survei tersebut, sekitar 86,9 persen SPPG tercatat memiliki sedikitnya satu pemasok dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berlokasi di sekitar area layanan. Rata-rata setiap SPPG bekerja sama dengan tiga UMKM, sehingga program MBG dinilai tidak hanya berkontribusi pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal.

DEN juga menemukan bahwa sekitar dua pertiga pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai pasok program tersebut berasal dari kabupaten yang sama dengan lokasi SPPG. Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi dari program MBG turut dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha di daerah tempat program dijalankan.