Mentan Amran dalam kunjungannya ke Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin 9 Feb 2026 (Foto: Kementan)

NTB Disiapkan Jadi Motor Pangan Nasional

(Beritadaerah – NTB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan sebagai wilayah strategis pengembangan jagung dan bawang putih nasional, sekaligus basis industri pakan ternak untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan periode 2026–2030. Penetapan ini didasarkan pada potensi lahan yang besar, keunggulan agroklimat, serta kesiapan NTB memasuki fase hilirisasi pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, status strategis tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata dan percepatan di lapangan, bukan sekadar perencanaan administratif. Hal itu disampaikannya saat meninjau gudang bibit bawang putih dan berdialog dengan petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta pemerintah daerah di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (9/2/2026).

“Yang paling sulit adalah mengubah mindset. Kalau mindset berubah, hidup berubah. NTB bisa sejahtera kalau lahan tidur dibangunkan, pemuda dibangunkan, dan PPL dibangunkan,” ujar Mentan Amran.

NTB memiliki potensi lahan bawang putih seluas 7.750 hektare yang tersebar di Lombok Timur, Lombok Utara, Bima, Sumbawa, dan Lombok Tengah. Peta potensi ini menjadi dasar penetapan target tanam dan produksi guna mempercepat swasembada bawang putih nasional serta mengurangi ketergantungan impor.

Menurut Mentan Amran, keberhasilan swasembada pangan ditentukan oleh etos kerja, disiplin, dan keberanian bertindak, terutama pada level pendampingan petani. Ia meminta PPL hadir aktif di lapangan dan menjadi penggerak utama peningkatan produktivitas.

“PPL harus bersama lahan. Bangunkan lahan tidur di NTB. Insyaallah NTB sejahtera,” tegasnya.

Ia menegaskan bawang putih merupakan komoditas strategis nasional yang harus dikelola secara serius dan terukur. Produktivitas, menurutnya, masih dapat ditingkatkan apabila dikelola dengan komitmen dan pendampingan yang konsisten.

Arahan tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai agenda strategis nasional. Presiden menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras dan menargetkan swasembada jagung serta pangan secara menyeluruh dalam tiga tahun ke depan.

Sebagai dukungan konkret, Kementerian Pertanian memastikan intervensi penuh dalam program swasembada pangan 2026–2030, mulai dari penyediaan benih gratis hingga pendampingan teknis di lapangan.

Selain bawang putih, jagung tetap menjadi tulang punggung pertanian NTB. Pemerintah merencanakan pembangunan pabrik pakan ternak di NTB untuk menyerap hasil panen jagung, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat hilirisasi dan pengembangan subsektor peternakan.

Dengan dukungan kebijakan nasional, potensi lahan yang besar, dan penguatan hilirisasi, NTB diproyeksikan menjadi sentra jagung, bawang putih, dan agroindustri nasional sekaligus penopang utama swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan.