Kemendagri Dorong Daerah Manfaatkan Euforia Piala Dunia untuk Perkuat Perekonomian Lokal

(Beritadaerah-Nasional) Pemerintah daerah didorong untuk memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 sebagai sarana menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan aktivitas usaha di berbagai wilayah.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menjelaskan bahwa penerbitan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.7/4657/SJ bertujuan mendorong kepala daerah menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Bima, kegiatan nobar yang difasilitasi pemerintah daerah berpotensi menciptakan perputaran ekonomi baru sekaligus mendukung peningkatan pendapatan asli daerah. Melalui berbagai agenda yang melibatkan masyarakat, ruang publik dapat menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi selama berlangsungnya ajang sepak bola dunia tersebut.

Ia menilai momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergerak di sektor kuliner, perdagangan, dan jasa pendukung kegiatan masyarakat. Selain menjadi wadah kebersamaan, acara tersebut dinilai mampu meningkatkan transaksi ekonomi di tingkat lokal.

Bima juga mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang telah menindaklanjuti surat edaran tersebut dengan menggelar berbagai kegiatan menyambut Piala Dunia. Laporan yang diterima menunjukkan bahwa kegiatan sederhana yang melibatkan masyarakat mampu menghidupkan ruang publik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah berharap perhelatan olahraga internasional itu dapat menghasilkan efek berganda bagi perekonomian daerah. Harapan tersebut berkaca pada pengalaman selama periode cuti bersama dan libur panjang yang selama ini terbukti mendorong peningkatan konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.

Dengan dukungan pemerintah daerah, momentum Piala Dunia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pemersatu masyarakat, tetapi juga menjadi katalis yang memperkuat aktivitas ekonomi lokal serta menciptakan peluang usaha baru bagi pelaku ekonomi daerah.