PPSDMPU Tingkatkan Kompetensi SDM Aviasi melalui Pelatihan Standar ICAO

(Beritadaerah-Tangerang) Pemerintah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor penerbangan melalui program pelatihan berbasis standar internasional yang mendukung keselamatan dan profesionalisme industri aviasi.

Melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan sukses menggelar pelatihan Validation Competency-based Training (VCT) 2026 yang mengacu pada standar International Civil Aviation Organization atau ICAO.

Kegiatan yang berlangsung di Tangerang pada 11–15 Mei 2026 itu diikuti tujuh peserta pemegang sertifikasi ICAO Qualified Course Developer (IQCD) yang berasal dari Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Thailand, dan Kazakhstan.

Kepala PPSDMPU, M. Abrar Tuntalanai, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas SDM penerbangan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan industri aviasi global.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga profesional penerbangan tidak hanya menjadi kebutuhan nasional, tetapi juga mendukung upaya menjaga keselamatan penerbangan sipil internasional.

Ia menilai program pelatihan berbasis kompetensi tersebut penting untuk menghasilkan tenaga pengembang pelatihan yang memiliki kemampuan, pengetahuan, dan sikap kerja sesuai standar internasional.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembelajaran intensif terkait validasi sistem pelatihan berbasis kompetensi, mulai dari metodologi pengembangan pelatihan hingga evaluasi efektivitas materi pembelajaran sesuai pedoman ICAO Document 9941 Training Development Guide.

Abrar menambahkan, validator kompetensi memiliki peran strategis untuk memastikan sistem pelatihan tetap relevan dengan kebutuhan industri penerbangan modern sekaligus memenuhi prinsip-prinsip keselamatan internasional.

Pelatihan VCT 2026 juga menjadi sarana kolaborasi antarnegara dalam pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan penerbangan berbasis kompetensi. Kehadiran peserta dari berbagai negara dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan SDM aviasi di tingkat regional maupun global.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mempelajari berbagai tahapan validasi program pelatihan, termasuk peninjauan laporan pengembangan pelatihan serta evaluasi kualitas materi pembelajaran agar selaras dengan standar operasional penerbangan internasional.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan instruktur ICAO, Mostafa Hoummady, yang memberikan pembekalan mengenai implementasi standar ICAO dalam sistem pelatihan penerbangan modern.

Menurut Abrar, keberhasilan program tidak hanya diukur dari penyelesaian pelatihan, tetapi juga dari kemampuan peserta menerapkan kompetensi yang diperoleh di institusi masing-masing.

Pendekatan berbasis kompetensi dinilai semakin penting dalam industri penerbangan karena menitikberatkan pada penguasaan keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja yang dapat diukur sesuai kebutuhan operasional.

Melalui penyelenggaraan pelatihan internasional tersebut, PPSDMPU terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan SDM penerbangan yang responsif terhadap perkembangan teknologi serta harmonisasi standar global.

Program itu juga diharapkan dapat memperluas kerja sama internasional dalam pengembangan sumber daya manusia sektor transportasi udara sekaligus mendukung transformasi industri penerbangan nasional yang aman, profesional, dan berdaya saing global.