Museum Musik Dunia Batu Hadirkan Wisata Edukatif yang Bisa Langsung Dicoba

(Beritadaerah-Batu, Jawa Timur) Museum Musik Dunia yang berada di kawasan Jatim Park 3, Kota Batu, Jawa Timur, menawarkan konsep wisata yang berbeda dari museum pada umumnya. Pengunjung tidak hanya dapat melihat beragam koleksi alat musik dari Indonesia dan berbagai negara, tetapi juga berkesempatan mencoba sejumlah instrumen secara langsung.

Konsep interaktif tersebut membuat museum tidak sekadar menjadi tempat untuk melihat dan mengenal koleksi, melainkan juga ruang belajar musik dan budaya melalui pengalaman. Anak-anak dan pelajar dapat mengenali bentuk alat musik, mendengar karakter suaranya, sekaligus mencoba memainkannya.

Edukator Museum Musik Dunia Jatim Park 3, Sony Rosandi, menjelaskan bahwa pendekatan interaktif menjadi salah satu upaya museum untuk semakin dekat dengan masyarakat. Di lantai dasar, pengunjung dapat menemukan gamelan dan berbagai alat musik tradisional dari Indonesia maupun mancanegara yang sebagian di antaranya dapat dimainkan.

Museum Musik Dunia memiliki tiga lantai dengan koleksi instrumen dari berbagai negara dan periode. Koleksi tersebut mencakup alat musik dari Asia, Eropa, Amerika, serta kawasan lainnya. Perbedaan bentuk, bahan, teknik memainkan, dan karakter bunyi menjadi bagian yang dapat dipelajari pengunjung ketika menjelajahi museum.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah **Drum Experience**. Area tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk merasakan langsung bermain drum. Bahkan, terdapat perangkat drum yang dapat dicoba secara gratis di area *entrance*. Sejumlah perangkat yang tersedia juga pernah digunakan atau dicoba oleh musisi, termasuk Funky Kopral, Boomerang, serta musisi asal Australia yang pernah berkunjung.

Pengalaman interaktif juga tersedia melalui fasilitas *free trial* gitar di lantai dua. Beberapa gitar yang berada di area tersebut disebut pernah digunakan oleh *session player* dan musisi profesional Indonesia.

Di tengah koleksi musik dunia, museum juga berupaya memperkenalkan kekayaan musik Nusantara. Koleksi alat musik Indonesia masih terus dikembangkan karena masih banyak instrumen tradisional yang belum berhasil dikumpulkan dan didokumentasikan, termasuk dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Upaya pengumpulan koleksi dilakukan secara bertahap melalui pembelian maupun pencarian langsung ke berbagai wilayah. Beberapa alat musik bahkan semakin sulit ditemukan karena tradisi memainkannya mulai ditinggalkan. Saat ini, koleksi yang tersedia diperkirakan baru mencakup sekitar 70–80 persen dari target kekayaan musik dunia yang ingin ditampilkan. Museum juga masih menyimpan sekitar 300–400 item di gudang yang belum seluruhnya dipamerkan.

Dari sisi edukasi, museum melihat peluang besar untuk memperkuat kunjungan sekolah. Museum dinilai dapat melengkapi pembelajaran di kelas dengan memberikan pengalaman langsung mengenai seni, sejarah, budaya, dan musik.

Dengan tiket sekitar Rp50.000 pada hari biasa dan tanpa batasan usia, Museum Musik Dunia dapat menjadi pilihan wisata keluarga sekaligus wisata edukasi. Beberapa wahana interaktif tetap memiliki ketentuan tinggi badan demi keamanan pengunjung.

Manajer Operasional Museum Musik Dunia Jatim Park 3, Mulyadi, mengatakan pengembangan museum diarahkan agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih hidup dan mudah diingat. Kehadiran fasilitas interaktif diharapkan membuat museum semakin menarik bagi pelajar dan generasi muda.

Konsep tersebut sekaligus memperkuat fungsi museum sebagai tempat pelestarian. Setiap alat musik membawa sejarah, identitas, dan cerita masyarakat yang menciptakannya. Dengan memperkenalkan koleksi tersebut kepada generasi baru, museum turut menjaga agar kekayaan musik dan budaya tetap dikenal dan tidak kehilangan jejaknya.