Pastikan Kemarau Petani Tetap Tanam, Mentan Tinjau Sawah di Karawang

(Beritadaerah-Karawang) Kondisi kemarau yang terjadi di Jawa Barat khususnya Kabupaten Karawang, menjadi perhatian dari Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8). Sidak dilakukan untuk memastikan petani tetap dapat menanam dan berproduksi meski menghadapi musim kemarau.

Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran mengecek langsung kondisi lahan, ketersediaan air, serta pemasangan dan pemanfaatan pompa untuk mengairi sawah. Ia menemukan sumber air di sekitar lahan masih tersedia, bahkan melimpah, namun sebagian sawah belum terairi secara optimal.

Mentan Amran menegaskan kondisi tersebut harus segera ditangani. Air yang tersedia harus dialirkan ke lahan agar petani tidak kehilangan kesempatan tanam pada musim kemarau.

“Ada dua, kita kirim pompa karena kekeringan. Ada juga karena tidak bisa tanam seperti sekarang. Ada air, air melimpah, tetapi di sini tidak bisa tanam. Hari ini kita bisa tanam, sebelah sudah tanam,” ujar Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, sidak tersebut penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar berjalan dan bantuan yang diberikan tepat sasaran serta dimanfaatkan di lapangan.

Ditegaskan juga oleh Mentan, bahwa kunjungan ini untuk melihat langsung apa benar pompa sudah dipasang, apa benar yang kekeringan ini sudah dipasang pompa. Ternyata benar. Makanya terima kasih kepada jajaran. Kita cek langsung, jangan dicek dari Jakarta.

Mentan Amran mengatakan optimalisasi sumber air melalui pompanisasi menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga pertanaman tetap berjalan sepanjang tahun. Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali ditargetkan dapat ditingkatkan menjadi tiga kali tanam.

Sekilas informasi, Kabupaten Karawang menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) sekaligus produksi padi. Dengan optimalisasi pengairan, Mentan Amran menargetkan IP yang sebelumnya dua kali tanam dapat meningkat menjadi tiga kali tanam.

Mentan menilai peningkatan frekuensi tanam tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani. Di lokasi yang dikunjungi, luas areal yang dapat dioptimalkan mencapai sekitar 3.000 hektare.

Mentan Amran juga melihat peluang peningkatan produktivitas padi di Karawang. Saat ini produktivitas petani di lokasi berada di kisaran tujuh ton per hektare. Dengan penerapan metode budidaya yang lebih baik, produktivitas tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan.

Mentan Amran mengungkapkan, program pompanisasi yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi padi di Pulau Jawa. Sekitar 100 ribu pompa yang dipasang telah mendorong tambahan produksi sekitar 2,8 juta ton gabah di Jawa.

Karena itu, Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus menyisir wilayah-wilayah yang memiliki sumber air tetapi belum optimal dimanfaatkan untuk pertanian. Pompanisasi akan diperkuat baik di Jawa maupun luar Jawa untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif menghadapi musim kemarau.

Mentan Amran mengapresiasi kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta jajaran teknis di lapangan dalam mempercepat pengelolaan air untuk pertanian.