(Beritadaerah – Belitung) Dalam upaya pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Belitung, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyiapkan beberapa langkah strategis. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparkeraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat Rapat Pimpinan dengan para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf secara hybrid, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (8/2).
Dari hasil kunjungan kerja yang dilakukan Menparekraf sebelumnya ke Belitung, terlihat bagaimana Belitung memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang luar biasa. Oleh karena itu, Kemenparekraf harus segera digarap agar Belitung bisa menjadi destinasi wisata unggulan dan mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
“Pertama, terkait Hutan Kemasyarakatan (HKm) Juru Seberang hingga ke Bukit Peramun, untuk dicarikan spot-spot wisata yang menarik. Nantinya, spot tersebut bisa kita jadikan lokasi lomba dengan memanfaatkan sosial media seperti Instagram dan TikTok untuk meningkatkan daya tarik wisatawan,” ujar Menparekraf dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Selasa (9/2).
HKm Juru Seberang dan Bukit Peramun juga potensial dikembangkan sebagai working group antara Kemenparekraf/Baparekraf, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Pemerintah Kabupaten/Kota Belitung untuk pemetaan potensi, kendala, serta solusi. Sehingga, kebijakan yang dibuat tepat dan akurat.
Saat ini memang ada kendala utama yang dihadapi oleh pelaku ekonomi kreatif di Belitung adalah ongkos kirim (ongkir) yang mahal. Sehingga ongkos kirimnya mahal tidak ekonomis. Untuk itu, Kemenparekraf akan membantu dengan promosi ongkir untuk pelaku UMKM di Belitung.
Belitung sebagai negeri laskar pelangi yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memang menawarkan sensasi wisata yang menawan. Tidak hanya memiliki pantai yang elok, tetapi ada pula berbagai macam kuliner yang dapat memanjakan lidah wisatawan seperti nasi gemuk dan nasi tim ayam, hingga hewan malam unik yaitu tarsius. Untuk itu Kemenparekraf akan mendorong pengembangan wisata yang ada untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.


