Kinerja Fiskal hingga Mei 2026 Perkuat Stabilitas dan Dorong Laju Ekonomi Nasional

(Beritadaerah-Jakarta) Pemerintah menilai kondisi perekonomian Indonesia tetap berada dalam jalur yang positif hingga akhir Mei 2026, meskipun ketidakpastian global masih membayangi. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama tahun ini menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang tetap kuat dibandingkan banyak negara di kawasan maupun kelompok ekonomi besar dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita edisi Juni 2026 menjelaskan bahwa meredanya gejolak pasar global telah memberikan ruang yang lebih baik bagi aktivitas ekonomi domestik. Namun demikian, pemerintah tetap mencermati berbagai risiko eksternal, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi perekonomian global.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi didukung oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, peningkatan investasi, serta percepatan realisasi belanja pemerintah. Di sisi lain, tingkat inflasi yang masih terkendali membantu menjaga kemampuan belanja masyarakat sehingga aktivitas ekonomi tetap bergerak positif.

Pemerintah mencatat berbagai indikator ekonomi domestik menunjukkan penguatan. Aktivitas konsumsi masyarakat meningkat seiring bertambahnya mobilitas dan kebutuhan rumah tangga. Optimisme konsumen juga tetap terjaga, didukung oleh peningkatan konsumsi listrik, penjualan kendaraan bermotor, dan penggunaan semen yang mencerminkan meningkatnya kegiatan ekonomi.

Sektor manufaktur turut menunjukkan perbaikan dengan kembali memasuki fase ekspansi pada Mei 2026. Kondisi tersebut mencerminkan mulai menguatnya permintaan dalam negeri di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung.

Dalam menjaga stabilitas harga, pemerintah terus mengoptimalkan pengelolaan pasokan pangan dan kebijakan subsidi energi. Berbagai stimulus juga diberikan untuk mempertahankan daya beli masyarakat, termasuk program potongan harga tiket pesawat selama periode libur sekolah.

Dari sisi fiskal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 menunjukkan performa yang solid. Pendapatan negara tercatat meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara belanja negara juga tumbuh untuk mendukung berbagai program pembangunan dan perlindungan sosial. Defisit anggaran tetap berada pada level yang terkendali dengan keseimbangan primer yang masih mencatat surplus.

Purbaya menyampaikan bahwa APBN terus memainkan peran penting sebagai instrumen penyangga perekonomian sekaligus penggerak pertumbuhan. Kinerja pendapatan yang kuat dan belanja yang terarah dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi, memperkuat perlindungan sosial, serta mendukung berbagai agenda pembangunan nasional.

Pemerintah berkomitmen menjaga pengelolaan APBN secara sehat, hati-hati, dan adaptif guna mempertahankan stabilitas ekonomi serta mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia juga dinilai tetap terjaga, tercermin dari masuknya kembali aliran modal asing dan stabilitas pasar keuangan domestik.