Wamenkeu Dorong Jakarta Jadi Pusat Pendidikan dan Inovasi Berkelas Global

(Beritadaerah-Jakarta) Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mendorong pembentukan “Jakarta Education and Innovation Center” sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi ekonomi nasional yang bertumpu pada ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Gagasan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) perancangan kawasan pendidikan dan inovasi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/7).

Menurut Suahasil, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki peran lebih dari sekadar instrumen fiskal. Anggaran negara juga menjadi penggerak pembangunan yang mampu mendukung lahirnya pusat-pusat pendidikan, penelitian, dan inovasi untuk mendorong peremajaan kawasan perkotaan.

Ia menilai Jakarta memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat pendidikan dan inovasi bertaraf internasional. Untuk mewujudkannya, Indonesia perlu memperkuat ekonomi berbasis pengetahuan dengan memanfaatkan hasil riset dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi masyarakat, serta berbagai institusi lainnya sebagai dasar penyusunan kebijakan publik.

Pemerintah, lanjutnya, telah menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan pendidikan dan riset melalui alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN sesuai amanat konstitusi. Sepanjang 2009 hingga 2026, total anggaran pendidikan yang telah digelontorkan mencapai sekitar Rp7.667,3 triliun. Dari alokasi tersebut, pemerintah berhasil membangun Dana Abadi Pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan nilai akumulasi sekitar Rp195 triliun.

Dana tersebut telah dimanfaatkan untuk mendukung puluhan ribu penerima beasiswa, membiayai ribuan proyek penelitian, serta memperkuat kapasitas perguruan tinggi melalui publikasi ilmiah, program profesor tamu, postdoctoral fellowship, hingga pertukaran mahasiswa.

Untuk mempercepat pertumbuhan kegiatan penelitian dan pengembangan di sektor industri, pemerintah juga menyediakan insentif perpajakan berupa “Super Tax Deduction”. Kebijakan itu memberikan fasilitas pengurangan penghasilan bruto hingga 300 persen dari biaya kegiatan riset dan pengembangan yang dilakukan perusahaan, baik secara mandiri maupun bersama lembaga penelitian.

Dalam pengembangan Jakarta Education and Innovation Center, Suahasil menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah pusat akan mendukung melalui kebijakan dan program strategis, sementara pemerintah daerah berperan menyediakan lahan, ruang, dan infrastruktur yang dibutuhkan.

Ia juga mendorong penerapan konsep aglomerasi pendidikan dengan menghimpun berbagai perguruan tinggi unggulan dan pusat riset dalam satu kawasan terpadu. Langkah tersebut diyakini dapat meningkatkan daya saing investasi, memperkuat ekosistem inovasi nasional, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam jejaring pendidikan dan penelitian di tingkat global.