Kementerian PU lanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena (Foto: Humas Kemen PU)

Trans Papua Segmen Mamberamo-Elelim Target Rampung November 2026

(Beritadaerah – Info Daerah) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 kilometer (km). Hingga pertengahan Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 51,59 persen dan ditargetkan rampung pada November 2026.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan jaringan jalan dan jembatan menjadi fondasi untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka akses menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

“Pengembangan jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung kawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas,” ujar Dody Hanggodo dalam keterangannya seperti dilansir pada Senin (4/8/2026).

Ruas Mamberamo–Elelim ini dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan mekanisme pembayaran berbasis layanan (Availability Payment/AP). Konstruksi dimulai pada Juli 2024 sebagai bagian dari pengembangan Jalan Trans Papua yang menghubungkan Provinsi Papua dengan Papua Pegunungan.

Kerja sama tersebut mencakup pembukaan dan pembentukan badan jalan, pembangunan struktur perkerasan, drainase, jembatan, bangunan pelengkap, pengamanan lereng, pemasangan perlengkapan jalan, hingga pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Ada tantangan yang berbeda dibandingkan proyek jalan di wilayah lain. Dalam proyek ini, jalur konstruksi melintasi kawasan pegunungan dengan tebing curam, hutan lebat, curah hujan tinggi hampir sepanjang tahun, serta memiliki potensi bencana longsor. Di sisi lain, mobilisasi alat berat dan material konstruksi juga memerlukan penanganan khusus karena terbatasnya akses menuju lokasi pekerjaan.

Untuk menjaga kualitas konstruksi, Kementerian PU menerapkan berbagai teknologi modern, mulai dari survei Real-Time Kinematic (RTK) berbasis satelit Global Navigation Satellite System (GNSS) yang dipadukan dengan teknologi LiDAR guna menghasilkan data topografi yang presisi. Survei geoteknik secara detail juga dilakukan sebagai dasar perencanaan konstruksi sesuai karakteristik medan.

Di Lokasi yang berpotensi mengalami longsor, kementerian membangun sistem drainase lereng, melakukan stabilisasi tebing, memasang struktur penahan tanah pada lokasi tertentu, serta melaksanakan revegetasi dan pemantauan kondisi lereng secara berkala untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan fungsi jalan.

Hal lain, dalam membangun infrastruktur, proyek ini juga melibatkan masyarakat sekitar dalam proses konstruksi. Hingga saat ini, sebanyak 116 tenaga kerja lokal atau sekitar 28 persen dari total pekerja proyek ikut terlibat, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua.

Ruas Mamberamo–Elelim diharapkan dapat memperkuat konektivitas antara Provinsi Papua dan Papua Pegunungan, memperlancar mobilitas orang dan barang, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.