Indonesia dan Thailand Perkuat Kemitraan, Targetkan Nilai Perdagangan USD20 Miliar pada 2030

(Beritadaerah-Nasional) Indonesia dan Thailand memperluas kerja sama strategis di berbagai bidang sebagai upaya mempererat hubungan bilateral sekaligus memperkuat peran ASEAN dalam menghadapi tantangan global. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8).

Pembahasan kedua pemimpin mencakup penguatan kolaborasi di sektor keamanan, ekonomi, ketahanan pangan, energi, hingga isu-isu kawasan. Pemerintah kedua negara memandang kerja sama yang semakin erat akan memberikan manfaat bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Di bidang keamanan, Indonesia dan Thailand berkomitmen meningkatkan koordinasi dalam menangani kejahatan lintas negara melalui penguatan mekanisme kerja sama yang telah berjalan. Kedua negara juga mendukung pengembangan Transnational Referral Mechanism (TRM) untuk meningkatkan perlindungan terhadap korban tindak kejahatan transnasional, sekaligus mengoptimalkan forum dialog keamanan dan pertahanan yang telah dibentuk sebelumnya.

Pada sektor ekonomi, kedua negara menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai USD20 miliar pada 2030. Sasaran tersebut akan didukung melalui implementasi peta jalan kemitraan strategis, perluasan investasi, peningkatan akses pasar, serta penguatan hubungan antarpelaku usaha.

Sebagai langkah konkret, Indonesia dan Thailand akan menggelar Joint Trade Commission untuk pertama kalinya. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah membahas peluang bisnis baru sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan yang masih dihadapi dalam perdagangan kedua negara.

Kerja sama juga diperluas pada bidang ketahanan pangan melalui pengembangan teknologi pertanian, sistem logistik, industri pengolahan pangan, dan penguatan rantai pasok. Sementara di sektor energi, kedua negara sepakat membentuk Indonesia–Thailand Energy Forum guna mempererat kolaborasi dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi berkelanjutan.

Selain itu, Indonesia dan Thailand akan memperkuat sinergi di sektor ekonomi digital, termasuk pemanfaatan skema Local Currency Transaction (LCT) untuk meningkatkan efisiensi transaksi perdagangan dan investasi. Pengembangan industri halal serta peningkatan konektivitas melalui pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta–Bangkok dan Denpasar–Phuket juga menjadi bagian dari agenda kerja sama kedua negara.

Dalam pembahasan isu regional, Indonesia dan Thailand menegaskan pentingnya menjaga persatuan serta sentralitas ASEAN sebagai pilar utama stabilitas kawasan. Kedua negara juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Five-Point Consensus untuk mendorong penyelesaian krisis di Myanmar melalui dialog yang inklusif, penghentian kekerasan, dan perluasan akses bantuan kemanusiaan.

Selain membahas Myanmar, kedua pemimpin turut bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah. Indonesia dan Thailand memiliki kesamaan pandangan bahwa penyelesaian konflik perlu ditempuh melalui jalur diplomasi dengan tetap menjunjung tinggi hukum internasional.