(Beritadaerah-Bandung) Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Jabar pada Januari 2026 mencapai 18,38 juta perjalanan. Data ini disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Bandung, Jawa Barat. Data perjalanan ini merupakan tertinggi lima tahun terakhir yang berdampak langsung pada pergerakan ekonomi warga.
Data menunjukkan jumlah tersebut naik 2,54 persen dibanding Januari 2025 yang mencapai 17,93 juta perjalanan. Rekapitulasi lima tahun terakhir memperlihatkan tren peningkatan signifikan dari 6,43 juta perjalanan 2021 menjadi 18,38 juta 2026. Namun, bila dibandingkan Desember 2025 (m-to-m), jumlah ini turun 0,78 persen.
Wisatawan nusantara pada Januari 2026 didominasi tujuan utama perjalanan ke Kabupaten Bogor, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok dengan proporsi sekitar 53,03 persen dari total perjalanan wisnus tujuan Jawa Barat.
BPS menghimpun data menggunakan Mobile Positioning Data berbasis sinyal seluler untuk memastikan akurasi pergerakan wisatawan. Kabupaten Bogor menjadi tujuan favorit dengan 3,01 juta perjalanan, meningkat dari 2,89 juta periode sama tahun sebelumnya.
Kota Bandung menempati posisi kedua dengan 2,01 juta perjalanan, diikuti Kabupaten Bandung 1,19 juta dan Kabupaten Garut 0,73 juta. Kenaikan kunjungan ini memberi peluang peningkatan pendapatan pelaku usaha penginapan, kuliner, transportasi, serta pedagang kecil di destinasi wisata.
Seorang pelaku usaha homestay di Lembang, Rina, mengaku okupansi kamar meningkat dibanding awal tahun lalu dan membantu menjaga pendapatan keluarganya. Meski begitu, tingkat hunian hotel Januari 2026 tercatat 37,76 persen atau turun 8,01 poin dibanding Desember 2025 yang mencapai 18,53 juta perjalanan.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memanfaatkan tren kunjungan ini dengan mendorong promosi destinasi lokal agar perputaran belanja wisatawan semakin merata.


