Pemulihan Pascabencana di Sibolga Dikebut, Kementerian PU Fokus Buka Akses Jalan dan Kendalikan Sungai

(Beritadaerah-Sibolga) Upaya penanganan dampak banjir dan tanah longsor di Kota Sibolga, Sumatera Utara, terus dipercepat oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tahap tanggap darurat diarahkan pada pemulihan konektivitas jalan nasional, pengaturan aliran sungai untuk menekan potensi bencana lanjutan, serta penyediaan sarana air bersih dan sanitasi bagi warga terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pemulihan akses transportasi menjadi agenda utama setelah bencana, terutama di wilayah Sumatera. Menurutnya, keberfungsian jalan dan jembatan sangat menentukan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik, sehingga harus segera dipulihkan agar aktivitas warga kembali berjalan.

Di ruas jalan nasional Tarutung–Sibolga, penanganan longsor dilakukan secara intensif oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, didukung BUMN Karya dan unsur TNI. Untuk mempercepat pekerjaan, berbagai alat berat dikerahkan, termasuk excavator, dozer, backhoe loader, dan wheel loader guna membersihkan material longsoran serta memperbaiki badan jalan.

Perkembangan terkini menunjukkan bahwa dari total panjang 59 kilometer ruas Tarutung–Sibolga, penanganan di 131 titik longsor telah dituntaskan. Akses Tarutung–Batas Tapanuli Utara/Tapanuli Tengah sepanjang 42 kilometer kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara itu, sisa 17 kilometer masih dalam tahap penanganan bertahap pada sejumlah titik longsor dan jalan amblas, baik dari arah Tarutung maupun dari arah Sibolga.

Selain perbaikan jalan, Kementerian PU melalui BBWS Sumatera II Medan juga melakukan penanganan darurat pada Sungai Aek Doras di Kota Sibolga guna menurunkan risiko banjir susulan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan alat berat dan material banjiran, serta melibatkan BUMN Karya seperti Nindya Karya dan WIKA, bersama Dinas PU Kota Sibolga.

Dukungan fasilitas darurat turut disalurkan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara. Sejumlah hidran umum, mobil tangki air, biofilter, dan toilet portabel telah dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak serta mendukung petugas di lapangan.

Melalui langkah-langkah tersebut, Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam penanganan bencana, dengan memastikan pemulihan konektivitas jalan nasional, pengendalian sungai yang optimal, serta terpenuhinya infrastruktur dasar guna mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di Sibolga.