“Festival musik di tepi pantai ini digelar Banyuwangi setiap tahun sebagai salah satu cara menggerakkan pariwisata daerah. Tahun ini kami kemas dalam konsep Seamphony untuk mempromosikan potensi unggulan daerah,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
“Festival musik di tepi pantai ini digelar Banyuwangi setiap tahun sebagai salah satu cara menggerakkan pariwisata daerah. Tahun ini kami kemas dalam konsep Seamphony untuk mempromosikan potensi unggulan daerah,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Seamphony Banyuwangi, Menikmati Musik dengan Semilir Angin Pantai Villa Solong

(Beritadaerah – Banyuwangi) Musik tepi pantai “Seamphony Banyuwangi” kembali menghadirkan pengalaman yang begitu khas bagi para penonton yang memadati Pantai Villa Solong, Jumat (29/11/2025). Dengan latar pantai tropis, angin laut yang menenangkan, serta suasana santai di hamparan rumput hijau, konser yang menjadi bagian dari rangkaian Banyuwangi Festival ini benar-benar membuat siapa pun larut dalam nuansa yang diciptakan.

Pengunjung duduk lesehan, menikmati semilir angin sambil ikut bersenandung mengikuti lagu-lagu yang dibawakan Donnie Sibarani dan Meiska Adinda. Suasana terasa hangat, santai, dan begitu dekat dengan alam.

“Festival musik di tepi pantai ini digelar Banyuwangi setiap tahun sebagai salah satu cara menggerakkan pariwisata daerah. Tahun ini kami kemas dalam konsep Seamphony untuk mempromosikan potensi unggulan daerah,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Tidak hanya menyajikan musik, penonton juga dimanjakan dengan panorama tropis pantai yang menghadirkan pengalaman autentik. Mereka bisa menikmati alunan lagu sambil melihat deburan ombak, pepohonan kelapa yang bergoyang, hingga mencicipi kuliner khas Banyuwangi yang tersedia di area festival.

“Lewat Seamphony ini kami ingin memperlihatkan kualitas wisata alam Banyuwangi yang berkelas. Ini melengkapi potensi lain seperti hutan, gunung, budaya, hingga kulinernya,” tambah Ipuk.

Gelaran ini juga sekaligus menjadi ajang promosi paket wisata 3B (Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara), dengan menampilkan sejumlah kesenian dari Bali sebagai bentuk kolaborasi lintas daerah.

“Harapannya event ini semakin memperkuat kerja sama pariwisata antara Banyuwangi dan Bali, serta meningkatkan minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” kata Ipuk.

Malam semakin syahdu ketika Meiska tampil dengan lagu-lagu galau yang tengah populer. Musisi muda ini sukses mengajak penonton ikut hanyut lewat deretan karya viralnya seperti “BerA Rasanya”, “Buang Waktu”, “Keras Kepala”, hingga “Hilang Tanpa Balang”.

“Hari ini spesial banget. Di sini aku ngerasa adem dan aman, cuacanya juga ramah banget. Rasanya kayak di Bali, padahal ini Banyuwangi. Tempatnya keren, dari siang tadi banyak banget yang foto-foto,” ujar Meiska, penyanyi asal Bali itu.

Suasana kemudian semakin hangat saat Donnie Sibarani naik ke panggung. Dengan lagu-lagu yang pernah hits bersama Ada Band, seperti “Yang Terbaik Bagimu”, “Karena Wanita Ingin Dimengerti”, “Surga Cinta”, hingga “Manusia Bodoh”, penonton langsung ikut bernyanyi bersama.

“Terima kasih Banyuwangi, sambutannya luar biasa. Semoga kami bisa kembali lagi ke kota yang indah ini,” kata Donnie.

Konser Seamphony Banyuwangi turut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, unsur Forkopimda, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Jembrana. Sejumlah travel agent dari Bali dan Banyuwangi juga datang untuk melihat langsung potensi wisata yang ditawarkan melalui acara ini.