Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 Sebesar 5,61 Persen

(Beritadaerah-Jakarta) Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 di Kantor BPS Jakarta, Selasa (5/5). Dari data yang disampaikan oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, bahwa perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.447,7 triliun.

Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,61 persen. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian; serta Pengadaan Listrik dan Gas yang masing-masing terkontraksi sebesar 2,14 persen dan 0,99 persen. Dari sisi produksi, lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,14 persen; diikuti oleh Jasa Lainnya sebesar 9,91 persen; dan Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,04 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,04 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,81 persen.

Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan IV-2025 terkontraksi sebesar 0,77 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 8,20 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-P mengalami kontraksi terdalam sebesar 30,13 persen.

Pada triwulan I-2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial, dengan kontribusi mencapai 57,24 persen dan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,79 persen (y-on-y).