(Beritadaerah-Nasional) Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung sepanjang 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Indonesia hingga saat ini masih memiliki ketahanan ekonomi yang cukup baik berkat dukungan fundamental domestik yang dinilai kuat.
Dalam forum International Seminar on Debottlenecking Channel di Jakarta, Airlangga menjelaskan pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, mempercepat realisasi program prioritas, serta menciptakan iklim investasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.
Menurutnya, meski perekonomian dunia menghadapi tekanan yang cukup berat, peluang Indonesia mengalami resesi masih tergolong rendah, bahkan berada di bawah sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada. Kondisi tersebut disebut mencerminkan kemampuan ekonomi nasional untuk tetap tumbuh di tengah ketidakpastian global.
Airlangga juga memaparkan bahwa pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen dengan tingkat inflasi tetap terkendali di kisaran 2,42 persen. Selain itu, keyakinan konsumen dinilai masih kuat dan neraca perdagangan nasional terus mencatat surplus selama 71 bulan berturut-turut.
Pemerintah turut menyoroti pentingnya penguatan mekanisme debottlenecking atau penyelesaian hambatan investasi guna mempercepat implementasi berbagai proyek strategis nasional.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 mengenai pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi atau Satgas P3-MPPE.
Satgas tersebut dibentuk untuk meningkatkan sinergi antarlembaga, memangkas hambatan birokrasi, serta mempercepat penyelesaian kendala yang menghambat pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Airlangga menjelaskan kanal debottlenecking memiliki sejumlah fungsi penting, mulai dari mendeteksi hambatan investasi secara cepat, menyediakan ruang komunikasi langsung bagi investor, hingga menerjemahkan berbagai masukan menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat segera ditindaklanjuti pemerintah.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap dapat memperkuat kepastian usaha sekaligus meningkatkan persepsi positif investor terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman dan memiliki regulasi yang lebih pasti.
Pemerintah optimistis Indonesia tetap memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi global, asalkan didukung koordinasi yang solid, respons kebijakan yang cepat, dan implementasi program yang konsisten.


