(Berita Daerah-Banyuwangi) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki ratusan sumber mata air yang menjadi penopang utama kebutuhan air bersih masyarakat. Salah satu yang paling tua dan bersejarah adalah Sumber Air Gedor yang berada di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, di kawasan lereng Gunung Ijen.
Sumber air ini menjadi salah satu andalan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi dalam memenuhi pasokan air bersih bagi warga Kota Banyuwangi.
Secara historis, kawasan Sumber Gedor telah dibangun sejak masa kolonial Belanda pada tahun 1926 dan mulai difungsikan setahun kemudian. Keberadaannya pun dinilai memiliki nilai sejarah sekaligus budaya bagi daerah tersebut.
Berada di kawasan hutan dengan pepohonan yang rindang, lokasi sumber air ini menawarkan suasana alami dan sejuk khas pegunungan.
Dalam pengelolaannya, PUDAM Banyuwangi menerapkan sistem tertutup guna menjaga kualitas dan kejernihan air hingga sampai ke masyarakat. Selain memiliki kandungan mineral yang baik, sumber ini juga dikenal tidak pernah mengalami kekeringan meski telah dimanfaatkan hampir satu abad.
Kini, kawasan Sumber Gedor mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi yang terbuka bagi pelajar dan masyarakat umum.
Pengunjung dapat menyaksikan langsung sumber mata air sekaligus memahami proses pengelolaan dan distribusi air bersih, termasuk mencoba air hasil pengolahan sederhana dari sumber tersebut.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kawasan ini sebagai sarana edukasi sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga sumber daya air dan lingkungan.
Ia menilai, pengenalan kawasan ini kepada generasi muda menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian mata air dan ekosistem di sekitarnya. Selain itu, kawasan ini juga berpotensi menjadi alternatif wisata edukatif yang bernilai sejarah.
Sementara itu, Direktur Utama PUDAM Banyuwangi, Abdurrahman, menyebutkan bahwa air dari Sumber Gedor memiliki kualitas yang sangat baik serta kaya akan kandungan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan.
Ia berharap, melalui wisata edukasi ini, generasi muda dapat memahami pentingnya proses pengelolaan air bersih dari sumber hingga ke rumah tangga, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan sejak dini.
Selain mempelajari pengelolaan air, pengunjung juga diperkenalkan dengan berbagai jenis vegetasi yang tumbuh di sekitar kawasan, seperti pohon kluwek, jambu, kemiri, serta aneka tanaman lainnya.


