(Berita Daerah-Medan) Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Dirjen KPM Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, mengajak masyarakat Kota Medan untuk memperkuat kolaborasi dalam memerangi praktik judi online yang dinilai semakin meresahkan dan berdampak luas terhadap kehidupan keluarga.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan IGID Menyapa bertajuk “Gaspol Tolak Judol, Jauhi Judol – Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online” yang digelar di Medan, Sumatra Utara, Rabu (13/5/2026).
Dalam sambutannya, Fifi menuturkan bahwa keberhasilan Meutya Hafid menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Digital menjadi bukti bahwa generasi asal Sumatra Utara memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.
“Anak Medan punya potensi besar untuk bersaing. Ibu Meutya adalah salah satu contoh nyata,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tema kegiatan tersebut menjadi pesan penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, menjauhi judi online dan lebih fokus pada masa depan yang produktif.
“Pilih masa depan, bukan judi online,” tegasnya.
Fifi juga menyoroti semakin masifnya penyebaran judi online yang kini mudah diakses melalui berbagai platform digital, mulai dari media sosial hingga permainan daring.
“Kontennya bisa muncul di TikTok, Instagram, live streaming, bahkan di dalam game. Ini yang harus kita waspadai bersama,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergoda janji keuntungan instan dari judi online, karena pada akhirnya justru merugikan diri sendiri dan keluarga.
“Awalnya kecil, tapi lama-lama bisa berdampak besar. Yang diuntungkan hanya pihak bandar, sementara keluarga yang menanggung akibatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fifi mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas, ibu-ibu, dan tokoh agama, untuk aktif membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya judi online.
Menurutnya, penanganan persoalan ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah.
“Kita harus bergerak bersama. Dengan kekompakan masyarakat Medan, saya yakin upaya ini bisa memberikan dampak signifikan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Fifi juga memperkenalkan sejumlah narasumber yang memberikan edukasi kepada masyarakat, mulai dari praktisi komunikasi, tokoh agama, hingga kreator konten yang mendorong pemanfaatan media sosial secara positif.
Acara ini turut dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Direktur Informasi Publik Nursodik Gunarjo, praktisi komunikasi Rike Amru, kreator konten Wanda Wandou, serta tokoh agama Ustaz Ishaq Sanjaya.


