(Beritadaerah – Nasional) Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya mendorong revitalisasi pasar rakyat agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi modern.
Dalam peresmian tersebut, Budi menegaskan pentingnya transformasi pasar rakyat tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dalam menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, pasar rakyat harus berkembang menjadi ruang perdagangan yang nyaman, tertata, dan berdaya saing.
Pasar Tematik Industri Sidayu dinilai memiliki keunikan tersendiri karena memadukan fungsi ekonomi dengan nilai sejarah. Keberadaan bangunan cagar budaya di dalam kawasan pasar menjadikannya berpotensi sebagai destinasi wisata, selain tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat aktivitas perdagangan.
Pembangunan pasar ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemendag Tahun 2025 senilai Rp25,8 miliar. Kini, pasar tersebut telah bertransformasi menjadi fasilitas yang lebih modern dan terintegrasi dengan ekosistem industri daerah.
Secara kapasitas, pasar ini mampu menampung hingga 538 pedagang. Berbagai fasilitas penunjang juga disediakan, seperti kamera pengawas (CCTV), musala, toilet, pos keamanan dan kesehatan, pos ukur ulang, hingga Tempat Pengolahan Sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Revitalisasi Pasar Sidayu juga menjadi simbol kebangkitan setelah kebakaran yang melanda kawasan tersebut pada 2022. Proses pembangunan kembali dilakukan dengan tetap menjaga nilai historis bangunan lama, sekaligus mengakomodasi kebutuhan pasar modern yang berkelanjutan.
Selain pembenahan infrastruktur, Budi juga menekankan pentingnya adaptasi digital bagi para pedagang. Ia mendorong pelaku usaha di pasar rakyat untuk mulai memanfaatkan platform daring guna memperluas jangkauan pasar dan menjaga stabilitas transaksi.
Menurutnya, digitalisasi telah terbukti mampu meningkatkan aktivitas perdagangan di sejumlah pasar rakyat yang telah lebih dahulu menerapkannya.
Melalui revitalisasi dan digitalisasi ini, Kemendag berharap pasar rakyat dapat semakin kompetitif, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah di tengah perubahan zaman.


