(Beritadaerah-Surabaya) Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, Max Darmawan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/5), menyampaikan pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta program strategis nasional di Jawa Timur guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Max Darmawan juga menegaskan APBN akan terus dioptimalkan sebagai instrumen fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara luas
Menurutnya, APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengelolaan fiskal, tetapi juga menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui sinergi kebijakan yang tepat sasaran, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap terjaga, semakin berkualitas, dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap inklusi keuangan, pemerintah telah menyalurkan kredit program kepada 331.820 debitur di Jawa Timur dengan total nilai mencapai Rp13,6 triliun. Penyaluran tersebut terdiri atas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi).
Penyaluran kredit program tersebut menunjukkan pertumbuhan positif baik dari sisi nominal maupun jumlah debitur dibandingkan periode sebelumnya. Sektor perdagangan dan pertanian menjadi dua sektor dominan yang menerima dukungan pembiayaan, seiring upaya pemerintah menjaga aktivitas ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan daerah.
Selain dukungan pembiayaan UMKM, pemerintah juga terus memperkuat berbagai program prioritas nasional. Salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga April 2026 telah menjangkau sekitar 8,75 juta penerima manfaat di Jawa Timur.
Pelaksanaan program tersebut didukung oleh lebih dari 3.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di berbagai daerah di Jawa Timur. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Koperasi Merah Putih. Hingga saat ini, program tersebut telah berkembang menjadi ribuan unit koperasi desa dan kelurahan di berbagai wilayah Jawa Timur sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan kemandirian masyarakat.
Max Darmawan menambahkan, sinergi kebijakan fiskal, penguatan UMKM, serta pemberdayaan masyarakat akan terus menjadi fokus pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur agar tetap kuat, inklusif, dan berkelanjutan.


