PPN dan PPnBM Naik, Pemerintah Sebut Aktivitas Ekonomi Nasional Masih Bergairah

(Beritadaerah-Jakarta) Pemerintah menilai kondisi ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif hingga April 2026. Keyakinan tersebut terlihat dari meningkatnya penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang tumbuh signifikan sepanjang awal tahun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penerimaan PPN dan PPnBM mencapai sekitar Rp221,2 triliun atau tumbuh 40,2 persen. Menurutnya, capaian itu menjadi indikator bahwa konsumsi masyarakat dan kegiatan ekonomi domestik masih kuat.

Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026), Purbaya menegaskan bahwa kenaikan penerimaan pajak konsumsi tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa laju ekonomi Indonesia sedang mengalami perlambatan.

Ia menjelaskan, tingginya aktivitas ekonomi juga tercermin dari lonjakan penjualan kendaraan setelah periode libur Lebaran. Penjualan sepeda motor pada April 2026 tercatat tumbuh 28,1 persen secara tahunan, setelah sebelumnya mengalami kontraksi pada Maret. Sementara itu, penjualan mobil meningkat hingga 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, pemerintah juga menilai kondisi fiskal negara masih cukup solid. Penerimaan pajak disebut tumbuh 16,1 persen, sedangkan belanja negara meningkat 34,3 persen untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Hingga April 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp918,4 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp1.082,8 triliun. Dengan demikian, defisit APBN berada di angka Rp164,4 triliun atau sekitar 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan posisi Maret 2026 yang mencapai 0,93 persen.

Purbaya menuturkan, tren positif penerimaan pajak didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi serta implementasi sistem coretax yang semakin optimal. Mayoritas jenis pajak utama juga menunjukkan pertumbuhan yang mencerminkan penghasilan dan konsumsi masyarakat tetap stabil.

Di sisi lain, penerimaan cukai ikut mengalami peningkatan seiring naiknya produksi rokok pada triwulan pertama 2026. Nilainya mencapai Rp74,8 triliun atau tumbuh 2,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, penerimaan bea masuk masih mencatat pertumbuhan yang ditopang oleh impor LPG dan kebutuhan proyek nasional. Adapun bea keluar yang sebelumnya tertekan mulai menunjukkan perbaikan seiring penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) pada Maret dan April 2026.