Perajin mencampurkan ragi dengan kedelai giling di Sentra Industri Tempe Sanan, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (7 April 2026). Foto: Infopublik)

Lindungi Pengrajin Tahu-Tempe, Bapanas Jaga Harga Kedelai Stabil

(Beritadaerah – Komoditi) Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga kedelai tetap terkendali dan tidak melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP), guna menjaga keberlangsungan usaha pengrajin tahu dan tempe di seluruh Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Bapanas Nomor 12 Tahun 2024, HAP kedelai lokal di tingkat pengrajin ditetapkan maksimal Rp11.400 per kilogram (kg), sedangkan kedelai impor maksimal Rp12.000 per kg. Pemerintah menegaskan, harga di lapangan saat ini masih berada dalam kisaran tersebut.

Data per 13 April yang dihimpun dari GAKOPTINDO menunjukkan harga kedelai di DKI Jakarta berkisar Rp10.500–Rp11.000 per kg, dengan rata-rata di Pulau Jawa sebesar Rp10.555 per kg. Di wilayah lain, harga relatif bervariasi, seperti Sumatera Rp11.450 per kg, Sulawesi Rp11.113 per kg, Kalimantan Rp10.908 per kg, serta Bali–NTB Rp10.550 per kg.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebutkan bahwa meski terdapat harga mencapai Rp12.000 per kg di beberapa daerah seperti Aceh dan Sumatera Utara, secara umum kondisi tersebut masih sesuai dengan batas acuan pemerintah.

Untuk menjaga stabilitas, Bapanas telah meminta importir dan distributor agar tidak menaikkan harga melebihi ketentuan. Pemerintah juga membuka opsi penindakan tegas terhadap pelanggaran, mulai dari pencabutan izin distributor hingga penahanan izin importir apabila ditemukan praktik harga yang tidak wajar.

Di sisi lain, tantangan pasokan kedelai nasional masih cukup besar. Proyeksi tahun 2026 menunjukkan produksi dalam negeri hanya sekitar 277,5 ribu ton, jauh di bawah kebutuhan konsumsi yang mencapai 2,74 juta ton per tahun, yang sebagian besar digunakan untuk produksi tahu dan tempe.

Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga, agar industri tahu-tempe tetap berjalan dan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga terjangkau.