Pemprov Jateng Terus Dukung Penuh Koperasi Merah Putih

(Beritadaerah-Salatiga) Dalam upaya menggerakan ekonomi desa, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap all out mendukung percepatan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayahnya. Disampaikan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno di Kampus Universitas Kristen Setya Wacana (UKSW) Salatiga, Selasa (2/12), bahwa program tersebut dinilai efektif dan sejalan arahan Pemerintah Pusat.

“Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun dari bawah, menyelesaikan masalah mulai dari akar rumput,” kata Sekda Sumarno.

Sumarno menyebut, masalah kemiskinan, pengangguran, dan pendidikan paling banyak muncul di desa. Karena itu Pemprov Jateng siap bersinergi dengan pemerintah pusat. Program-program yang digagas Kementerian, dapat dikolaborasikan dengan program pemprov dan kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Rektor UKSW Salatiga, Intiyas Utami menyatakan, mendukung program Koperasi Merah Putih. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program Klinik Digitalisasi Koperasi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pihaknya juga melakukan penelitian lintas fakultas, dan aplikasi koperasi digital yang telah dipakai 535 koperasi.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono menegaskan, pemerintah menargetkan pembangunan fisik 80 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih, tuntas tahun depan.

“Saat ini sudah terdapat sekitar 34.000 bidang tanah yang siap dibangun. Sedangkan sebanyak 17 ribu -18 ribu lokasi sedang dalam proses pengerjaan,” ujarnya.

Ferry juga memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh UKSW, sebab, Sekolah Koperasi Digital yang dikembangkan oleh kampus tersebut sangat dibutuhkan oleh lembaga koperasi. Sebagai informasi, pendirian koperasi Merah Putih di Jawa Tengah telah menunjukkan peran signifikan.

Ditambahkan juga Ferry bahwa setidaknya 8.455 koperasi sudah punya akun Sistem Informasi dan Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan (Simkopdes), 6.701 unit sudah punya gerai, dan 567 kemitraan usaha disetujui. Sejauh ini juga sudah dilakukan bimbingan teknis kepada pengelola koperasi sebanyak 12.473 orang.