Investasi Korea Selatan Masuk KEK Batang, Serap Ribuan Tenaga Kerja

(Berita Daerah-Batang) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menarik investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) asal Korea Selatan melalui kehadiran PT Simone Batang Indonesia, perusahaan manufaktur global berbasis produk kulit berorientasi ekspor.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) antara Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati dan Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia Kim Jung Shik.

Perusahaan ini akan menanamkan investasi sebesar Rp429 miliar untuk membangun fasilitas produksi di atas lahan seluas 8,28 hektare di kawasan KEK Industropolis Batang.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyampaikan bahwa investasi tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja serta memperkuat posisi Kabupaten Batang sebagai pusat industri padat karya berbasis ekspor.

Ia menilai masuknya PT Simone mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia, khususnya KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri strategis.

“KEK Industropolis Batang kini semakin dilihat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. Tren perusahaan internasional menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi ekspor juga terus menguat,” ujarnya.

Menurutnya, investasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sektor manufaktur nasional di tengah persaingan global menarik relokasi industri.

PT Simone sendiri merupakan perusahaan manufaktur global yang berdiri sejak 1987 dan telah memiliki fasilitas produksi di sejumlah negara seperti Vietnam dan Kamboja. Secara global, perusahaan ini menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar dunia dan 30 persen pasar Amerika Serikat, dengan nilai ritel lebih dari 7 miliar dollar AS.

Sementara itu, Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia Kim Jung Shik menyebut Indonesia sebagai lokasi strategis untuk ekspansi jangka panjang perusahaan di Asia.

“Kami melihat Indonesia sebagai basis produksi masa depan. KEK Industropolis Batang menawarkan kombinasi keunggulan mulai dari dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja,” ujarnya.

Pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai dalam dua bulan ke depan dengan target rampung pada Juli 2026. Operasional produksi direncanakan berjalan bertahap mulai Juli 2027.

Investasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat jaringan produksi global perusahaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas industri, serta pertumbuhan ekonomi daerah.