(Beritadaerah – Infodaerah) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan transformasi besar terhadap Stasiun Gambir, Jakarta, dengan menghadirkan layanan kereta rel listrik (KRL) yang berjalan berdampingan dengan layanan kereta api jarak jauh. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat transportasi publik yang terintegrasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan perkeretaapian nasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan transformasi Stasiun Gambir merupakan bagian dari program beautifikasi yang tidak hanya berfokus pada pembaruan fasilitas dan tampilan fisik, tetapi juga menjadikan stasiun tersebut sebagai pusat konektivitas transportasi. Nantinya, masyarakat dapat menggunakan KRL maupun kereta api jarak jauh dari satu lokasi yang sama.
Menurut Dudy, pengembangan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar Stasiun Gambir memiliki wajah baru yang lebih modern dan representatif sebagai salah satu gerbang utama transportasi nasional. Kehadiran layanan KRL di Gambir diharapkan meningkatkan kenyamanan serta mempermudah mobilitas masyarakat.
Kemenhub menunjuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pihak utama dalam pelaksanaan program beautifikasi sekaligus pengembangan fungsi operasional Stasiun Gambir. Dengan konsep baru tersebut, stasiun ini akan mampu melayani kebutuhan perjalanan komuter Jabodetabek sekaligus perjalanan antarkota.
Dudy menegaskan kehadiran KRL di Stasiun Gambir tidak akan menggantikan peran Stasiun Manggarai sebagai simpul utama jaringan KRL. Sebaliknya, kedua stasiun akan saling melengkapi dalam mendukung sistem transportasi berbasis rel yang lebih efisien.
Integrasi layanan tersebut juga akan memberikan kemudahan bagi pengguna kereta jarak jauh yang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan KRL tanpa harus berpindah ke stasiun lain. Untuk mendukung operasional, pemerintah menyiapkan penambahan jalur rel agar perjalanan KRL dan kereta jarak jauh dapat berlangsung secara bersamaan.
Jumlah perjalanan KRL yang akan dilayani di Stasiun Gambir masih akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional serta hasil kajian teknis. Namun, pemerintah memastikan Stasiun Gambir ke depan akan melayani dua jenis layanan kereta tersebut.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menyampaikan PT KAI saat ini sedang memfinalisasi desain dan perencanaan program beautifikasi Stasiun Gambir. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua tahun.
Melalui transformasi ini, pemerintah menargetkan Stasiun Gambir menjadi pusat konektivitas transportasi modern yang menghubungkan perjalanan komuter dan antarkota. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur strategis, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong masyarakat semakin memilih transportasi massal yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.


