Antusiasme Nobar Piala Dunia Dinilai Perkuat Solidaritas Warga dan Dongkrak Usaha Lokal

(Beritadaerah-Jakarta) Gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan semangat sepak bola di berbagai belahan dunia, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat Indonesia. Kegiatan nonton bareng (nobar) yang berlangsung di ribuan lokasi disebut menjadi wadah interaksi masyarakat sekaligus memberikan peluang bagi pelaku usaha di daerah.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menilai tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan nobar telah memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar hiburan. Menurutnya, aktivitas tersebut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal melalui meningkatnya transaksi perdagangan dan keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam keterangan resminya, Erick juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap tayangan olahraga. Ia berpandangan bahwa kemudahan menikmati pertandingan berkualitas dapat memperkuat ruang kebersamaan sekaligus menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat.

Berdasarkan data TVRI, jumlah titik nobar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia telah mencapai sekitar 7.200 lokasi. Tingginya angka tersebut mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap ajang sepak bola dunia sekaligus menunjukkan potensi ekonomi yang tercipta dari setiap kegiatan yang digelar.

Di berbagai daerah, nobar berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat yang turut menggerakkan sektor usaha. Kehadiran ribuan penonton memberikan dampak positif bagi pedagang kuliner, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, hingga penyedia jasa yang mendukung pelaksanaan acara.

Melihat peluang tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mendorong pemerintah daerah memanfaatkan kegiatan nobar sebagai sarana penguatan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan dapat melibatkan UMKM secara aktif sehingga manfaat ekonomi yang tercipta dapat menjangkau lebih banyak warga.

Menurut Erick, semakin luas penyelenggaraan nobar, semakin besar pula peluang terciptanya aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, keterlibatan pelaku usaha kecil menjadi aspek penting yang perlu terus diperkuat dalam setiap kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa olahraga memiliki efek berganda terhadap perekonomian. Selain menjadi sarana hiburan, olahraga mampu menciptakan peluang usaha dan menggerakkan berbagai sektor yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat.

Erick mencontohkan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia di negara tuan rumah mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, mulai dari sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga industri kreatif. Tingginya tingkat keterisian stadion selama turnamen berlangsung menjadi bukti kuat bahwa olahraga memiliki nilai ekonomi yang besar.

Meski dalam skala yang berbeda, dampak serupa juga terlihat di Indonesia melalui ribuan titik nobar yang tersebar dari perkotaan hingga daerah. Aktivitas masyarakat yang meningkat selama penyelenggaraan acara turut membuka peluang usaha baru dan memperkuat perputaran ekonomi setempat.

Selain aspek ekonomi, nobar juga dinilai menjadi ruang yang mempererat hubungan sosial. Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam suasana yang sama untuk menikmati pertandingan, sehingga tercipta rasa kebersamaan dan solidaritas yang lebih kuat.

Nilai tersebut dinilai sejalan dengan upaya pembangunan nasional yang menempatkan persatuan sosial sebagai salah satu fondasi utama kemajuan bangsa. Melalui olahraga, masyarakat dapat membangun interaksi yang positif sekaligus memperkuat rasa optimisme kolektif.

Ke depan, Kemenpora berkomitmen memperluas akses publik terhadap tayangan olahraga melalui media penyiaran nasional. Berbagai peluang kolaborasi dengan mitra strategis juga akan terus dijajaki agar pertandingan olahraga nasional maupun internasional dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, media, dunia usaha, dan komunitas, olahraga diharapkan semakin berperan sebagai instrumen pembangunan yang mampu menciptakan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Semarak nobar Piala Dunia 2026 pun menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya menyatukan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang nyata hingga ke berbagai daerah di Indonesia.