Wawali Tidore Luncurkan Sekolah Lansia Pelangi Senja

(Berita Daerah-Tidore) Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman meluncurkan Sekolah Lansia Pelangi Senja di Kelurahan Gubukusuma, Kecamatan Tidore Utara, Senin (22/6/2026). Program yang diinisiasi Kemendukbangga/BKKBN itu diarahkan untuk memperkuat peran lansia sebagai sumber pengetahuan dan nilai bagi generasi muda.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Rahmawati Muhammad Sinen.

Ahmad Laiman menegaskan, lansia tidak hanya menjadi kelompok yang membutuhkan perlindungan sosial, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pembangunan manusia. Pengalaman dan kearifan yang dimiliki dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tangguh.

“Dari para lansia inilah akan lahir generasi yang kuat karena mereka membawa nilai dan pengalaman hidup,” ujarnya.

Ia menilai aktivitas para lansia di Gubukusuma yang tetap produktif menjadi modal sosial yang perlu diperkuat melalui pendekatan edukatif. Kehadiran sekolah lansia diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah interaksi antargenerasi.

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, kata dia, berkomitmen mendukung penuh keberlanjutan program tersebut dan mendorongnya menjadi model pengembangan di wilayah lain.

“Ini kami harapkan menjadi percontohan, tidak hanya bagi Tidore tetapi juga daerah lain,” katanya.

Sementara itu, Rahmawati Muhammad Sinen mengatakan, Gubukusuma dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena aktivitas lansianya yang dinilai aktif dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, Sekolah Lansia Pelangi Senja merupakan pendidikan nonformal dengan masa pembelajaran sekitar enam hingga sepuluh bulan. Para peserta akan mengikuti berbagai materi yang berkaitan dengan kesehatan, sosial, hingga penguatan peran keluarga, sebelum diwisuda di akhir program.

Menurut Rahmawati, keberadaan sekolah lansia menegaskan bahwa proses belajar tidak dibatasi usia. Lansia tetap memiliki ruang untuk berkembang sekaligus berkontribusi bagi lingkungan.

“Lansia tetap bisa menjadi agen perubahan dan sumber pembelajaran bagi generasi muda,” ujarnya.

Melalui program ini, pemerintah berharap kualitas hidup lansia meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan sosial berbasis pengalaman lintas generasi.