Tingginya minat investor dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kesiapan Semarang dalam mengembangkan proyek pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang mendukung transisi menuju energi bersih.

Minat Investor Global Menguat, Proyek PSEL Semarang Raya Bernilai Rp3 Triliun Jadi Magnet Investasi Hijau

(Beritadaerah – Semarang) Semarang semakin menunjukkan daya tarik sebagai destinasi investasi hijau. Proyek Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya di TPA Jatibarang dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun menarik minat puluhan investor global.

Sebanyak 85 investor dari berbagai negara tercatat menyatakan ketertarikan terhadap proyek strategis tersebut. Pada Kamis (4/6), enam perusahaan telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek untuk meninjau kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung. Pemerintah Kota Semarang memperkirakan jumlah kunjungan investor akan terus bertambah seiring agenda penjajakan lanjutan dalam beberapa waktu mendatang.

Tingginya minat investor dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kesiapan Semarang dalam mengembangkan proyek pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang mendukung transisi menuju energi bersih.

Sampah harus menjadi bagian dari transformasi kota

Agustina Wilujeng menegaskan pengelolaan sampah tidak lagi cukup diselesaikan dengan pendekatan konvensional. Menurutnya, diperlukan lompatan inovasi agar sampah tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang memberi manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat.

“Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat,” ujar Agustina.

Semarang Perkuat Posisi sebagai Tujuan Investasi Hijau

Melalui proyek PSEL Semarang Raya, Pemerintah Kota Semarang tidak hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga memperkuat citra kota sebagai wilayah yang terbuka terhadap investasi berkelanjutan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, menyebut hasil market sounding menunjukkan respons yang sangat positif dari investor.

“Saat ini pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan data teknis yang diperlukan agar proses investasi dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Potensi Ekonomi dan Energi

Proyek PSEL Semarang Raya dirancang melayani kawasan Semarang Raya yang mencakup Semarang dan Kendal. Teknologi yang digunakan diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik.

Selain manfaat lingkungan, proyek ini diproyeksikan menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, dan meningkatkan daya saing Semarang di mata investor nasional maupun internasional.

Dampak yang diproyeksikan

  1. Pengurangan volume sampah

Teknologi pengolahan modern menekan ketergantungan pada penimbunan di TPA.

2. Produksi energi listrik

Sampah diolah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

3. Lapangan kerja baru

Aktivitas konstruksi, operasi, dan rantai pasok berpotensi menyerap tenaga kerja.

4. Pertumbuhan ekonomi hijau

Proyek memperkuat ekosistem investasi berkelanjutan dan teknologi ramah lingkungan.

5. Daya saing investasi

Semarang diproyeksikan semakin menarik bagi investor nasional maupun internasional.

Strategi Jangka Panjang

Bagi Pemerintah Kota Semarang, proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada sistem penimbunan sampah di TPA dan mempercepat transformasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Agustina menegaskan proyek tersebut diposisikan sebagai investasi masa depan kota, bukan sekadar proyek infrastruktur.

“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Semarang tidak hanya menjadi solusi untuk hari ini, namun juga menjadi investasi bagi masa depan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan tingginya minat investor dan dukungan pemerintah pusat maupun daerah, PSEL Semarang Raya berpotensi menjadi salah satu proyek pengelolaan sampah berbasis energi terbesar di Jawa Tengah sekaligus memperkuat posisi Semarang sebagai daerah percontohan ekonomi hijau di Indonesia.