Pembangunan Bendungan Cijurey dan Cibeet Dikebut, Pemerintah Bidik Pengurangan Risiko Banjir di Hilir Citarum

(Beritadaerah-Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus mendorong percepatan pembangunan Bendungan Cijurey dan Bendungan Cibeet sebagai upaya strategis dalam mengatasi persoalan banjir di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai Citarum, terutama di kawasan Karawang dan Bekasi, Jawa Barat.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa penyelesaian kedua bendungan tersebut menjadi prioritas agar dampak banjir yang kerap menimbulkan kerugian besar dapat ditekan. Ia menilai percepatan proyek sangat penting guna mencegah terulangnya banjir di wilayah tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam kurun tujuh tahun terakhir, kerugian akibat banjir di kawasan hilir Citarum tercatat mencapai sekitar Rp5,6 triliun, dengan rata-rata kerugian tahunan menyentuh Rp800 miliar. Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah jangka panjang yang bersifat struktural untuk mengurangi risiko banjir yang berulang.

Pemerintah memperkirakan bahwa keberadaan Bendungan Cijurey dan Cibeet nantinya mampu menurunkan potensi banjir hingga sekitar 80 persen untuk periode ulang lima tahunan. Selain itu, kedua proyek tersebut juga diproyeksikan dapat mengurangi potensi kerugian hingga Rp16 triliun dalam jangka waktu 25 tahun.

Bendungan Cijurey yang berada di Kabupaten Bogor dirancang memiliki kapasitas tampung sekitar 14,37 juta meter kubik. Infrastruktur ini diperkirakan mampu mengurangi debit banjir secara signifikan serta mendukung layanan irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah sekitarnya. Hingga awal April 2026, progres pembangunan fisik bendungan ini telah melampaui sepertiga dari total pekerjaan.

Sementara itu, Bendungan Cibeet dirancang sebagai bagian dari sistem terpadu pengendalian banjir di DAS Citarum Hilir bersama bendungan lain di kawasan tersebut. Dengan kapasitas tampung lebih besar, bendungan ini diharapkan mampu menekan luas area terdampak banjir secara signifikan, sekaligus mendukung ketahanan air dan pengembangan sektor pertanian melalui jaringan irigasi.

Meski demikian, pembangunan Bendungan Cibeet masih menghadapi kendala pada aspek pembebasan lahan yang belum sepenuhnya rampung. Hingga saat ini, realisasi pembebasan lahan baru mencapai sebagian kecil dari total kebutuhan.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Kementerian PU terus memperkuat koordinasi lintas sektor, mempercepat proses pengadaan lahan, serta mengoptimalkan pelaksanaan konstruksi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi komprehensif pemerintah dalam menangani persoalan banjir di wilayah Karawang dan Bekasi secara lebih berkelanjutan.