Festival Balon Udara di Jawa Tengah Berlangsung, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Penerbangan

(Beritadaerah-Wonosobo) Penyelenggaraan festival balon udara di sejumlah wilayah Jawa Tengah mendapat perhatian serius dari pemerintah, khususnya terkait aspek keselamatan penerbangan. Kegiatan yang berlangsung di Pekalongan dan Wonosobo pada akhir Maret 2026 itu tetap diizinkan dengan syarat mematuhi ketentuan yang berlaku.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui perwakilannya menyampaikan bahwa tradisi balon udara yang kerap digelar saat momentum Idulfitri perlu diimbangi dengan kesadaran akan risiko terhadap lalu lintas penerbangan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak menerbangkan balon udara secara sembarangan.

Pihak otoritas penerbangan menegaskan bahwa balon udara tanpa kendali atau ilegal berpotensi mengganggu jalur pesawat, sehingga membahayakan keselamatan. Pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan juga dapat berujung pada sanksi pidana maupun denda dalam jumlah besar.

Kegiatan festival ini tidak hanya difokuskan sebagai hiburan rakyat, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi mengenai tata cara penerbangan balon udara yang aman. Pemerintah bersama sejumlah pihak seperti AirNav Indonesia, aparat kepolisian, dan pemerintah daerah turut berperan dalam pengawasan serta edukasi kepada masyarakat.

Selain risiko terhadap penerbangan, penggunaan bahan berbahaya seperti petasan dan gas pada balon udara juga dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan, termasuk ledakan dan kerusakan lingkungan sekitar.

Aturan terkait balon udara sendiri telah diatur dalam regulasi Kementerian Perhubungan, yang antara lain mengharuskan penggunaan tali tambatan, pembatasan ukuran dan ketinggian, serta lokasi penerbangan yang harus jauh dari bandara maupun fasilitas umum. Kegiatan juga wajib dilakukan pada waktu tertentu dan melalui koordinasi dengan pihak berwenang.

Pemerintah menilai kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci agar tradisi ini tetap dapat dilestarikan tanpa menimbulkan risiko bagi keselamatan publik. Di sisi lain, festival tersebut juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal melalui keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat sekitar.

Dengan dukungan berbagai pihak, tradisi balon udara diharapkan tetap berjalan aman, tertib, dan selaras dengan standar keselamatan penerbangan nasional.