Ilustrasi Makanan Berbasis Nabati (Foto Fimela)

Atdag Den Haag Dorong Ekspor Makanan Nabati Indonesia ke Pasar Eropa

(Beritadaerah – Komoditi) Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Den Haag memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) produk gudeg kaleng dan santan olahan secara daring pada Kamis (5/2) yang lalu. Kegiatan ini mempertemukan dua pelaku usaha Indonesia, yakni PT Risquna Dewaksara dan PT Aloe Vera Indonesia, dengan importir Belanda, Interaromat BV. Potensi transaksi dari pertemuan tersebut diperkirakan mencapai USD 150 ribu atau sekitar Rp2,50 miliar.

Atase Perdagangan RI Den Haag, Annisa Hapsari, menjelaskan bahwa business matching ini merupakan tindak lanjut atas ketertarikan Interaromat BV terhadap produk makanan olahan Indonesia.

“Produk makanan berbasis nabati berpotensi menjangkau konsumen di Belanda yang tertarik pada makanan etnik. Minat terhadap produk olahan Indonesia menunjukkan peluang yang semakin terbuka untuk memperluas pasar ke Eropa,” ujar Annisa.

Perkembangan hasil penjajakan akan terus dipantau dan difasilitasi tindak lanjut yang diperlukan. “Fasilitasi dan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekspor produk makanan olahan Indonesia ke pasar Belanda,” katanya.

Sebagai langkah promosi komoditas pertanian ini, Atdag Den Haag meminta kedua perusahaan mengirimkan sampel produk untuk dipamerkan di Rumah Pameran (Trade Display) pada Indonesia House Amsterdam, yang berlokasi di Amsterdam. Display produk tersebut diharapkan memudahkan pengenalan dan penjajakan dengan calon pembeli potensial.

Annisa juga mendorong eksportir makanan dan minuman Indonesia, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memanfaatkan peluang pasar produk berbasis nabati dan bernilai etnik di Belanda maupun Eropa. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya pemenuhan standar mutu, konsistensi pasokan, serta kepatuhan terhadap regulasi impor pangan Uni Eropa.

Perwakilan PT Risquna Dewaksara, Sirajudin Hasbi, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi yang diberikan Kementerian Perdagangan. “Kami berterima kasih atas dukungan ini sehingga dapat memulai komunikasi dengan calon mitra di Belanda yang tertarik pada produk kami,” ujarnya.

Sekilas kinerja perdagangan Indonesia–Belanda menunjukkan, pada 2025, total perdagangan Indonesia dengan Belanda tercatat sebesar USD 6,58 miliar. Ekspor Indonesia ke Belanda mencapai USD 5,69 miliar, sedangkan impor dari Belanda sebesar USD 888,24 juta, sehingga Indonesia membukukan surplus USD 4,81 miliar. Komoditas ekspor utama meliputi lemak dan minyak hewani atau nabati, alas kaki, produk kimia, bahan kimia organik, serta mesin dan perlengkapan listrik.

Sebagai perbandingan, pada 2024 total perdagangan kedua negara mencapai USD 5,73 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 4,75 miliar dan impor USD 984,51 juta. Indonesia mencatat surplus sebesar USD 3,77 miliar pada tahun tersebut.