(Beritadaerah-Bandung) Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di Jalan Griya Asri RT 01 RW 04, Kecamatan Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/7). terus mendorong stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui pelaksanaan yang digelar.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, meninjau langsung kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa GPM merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam menyediakan akses pangan yang terjangkau, sekaligus menjaga kestabilan harga bahan pokok.
“GPM ini hadir untuk menjaga kestabilan harga, membantu daya beli masyarakat, dan mencegah panic buying. Kami ingin warga merasa tenang, tidak perlu panik, karena ketersediaan bahan pokok insyaallah aman,” ujar Erwin.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan distributor pangan. Melalui GPM, rantai distribusi pangan dapat dipangkas sehingga harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasar.
“GPM bukan untuk menggantikan pasar, tapi sebagai penyeimbang harga. Insyaallah, kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara rutin di seluruh kecamatan di Kota Bandung,” tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan GPM. Namun demikian, pembelian tetap dilakukan secara tertib dan proporsional, tanpa aksi borong berlebihan.
“Masyarakat membeli sesuai kebutuhan. Ini menandakan ada kepercayaan terhadap pemerintah bahwa stok pangan aman dan harga stabil,” jelas Erwin.
Program ini juga diharapkan turut berkontribusi dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandung, melalui penguatan ketahanan pangan dan akses gizi yang merata di masyarakat.
Sejumlah manfaat langsung dari Gerakan Pangan Murah antara lain adalah menjaga stabilitas harga bahan pokok, memberikan akses pangan terjangkau, mencegah inflasi, memangkas rantai distribusi yang panjang, serta meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus memperkuat pelaksanaan GPM melalui evaluasi dan sinergi lintas sektor, guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas program di 30 kecamatan se-Kota Bandung.