(Beritadaerah – Industri) Kementerian Perdagangan terus memperkuat upaya peningkatan ekspor Indonesia dengan mempertemukan pelaku usaha nasional dan calon pembeli internasional melalui kegiatan business networking. Kali ini, Kemendag menghadirkan buyer serta perwakilan dari lima negara, yaitu Meksiko, Cili, Ethiopia, Nigeria, dan Aljazair, untuk membuka peluang kerja sama perdagangan global.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Permanent Trade Exhibition Kemendag, Jakarta, Kamis (18/6), mempertemukan tiga perusahaan Indonesia, yakni PT Oneject Indonesia, PT Kopi Dalam Negeri/Java Sisters Vanilla, serta CV Anugerah Ciptakan Eka Harapan (ACEH Food). Acara tersebut turut dihadiri Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia, Fekadu Beyene Aleka, serta perwakilan kedutaan dari negara mitra.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keterlibatan negara-negara dari kawasan Afrika dan Amerika Latin merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas pasar ekspor nontradisional. Selain itu, pelaku usaha didorong memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang telah dimiliki Indonesia agar produk nasional semakin kompetitif di pasar global.
“Selain memperluas jejaring bisnis, kami berharap kegiatan ini dapat mendorong pemanfaatan berbagai perjanjian dagang sehingga akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia semakin optimal,” ujar Puntodewi.
Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag Bayu Nugroho menilai kawasan Amerika Latin memiliki potensi besar bagi produk Indonesia. Kehadiran Meksiko dan Cili dalam forum tersebut menjadi peluang untuk memperkuat hubungan dagang, terutama dengan memanfaatkan Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
Menurut Bayu, IC-CEPA dapat menjadi pintu masuk bagi produk Indonesia ke pasar Cili maupun kawasan Amerika Latin. Pelaku usaha perlu memahami karakteristik pasar, preferensi konsumen, serta aturan perdagangan agar peluang ekspor dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Selain Amerika Latin, Kemendag juga melihat peluang besar di kawasan Afrika. Ethiopia, Nigeria, dan Aljazair dinilai memiliki potensi bagi produk Indonesia, terutama sektor alat kesehatan, vanili, dan makanan olahan.
Dalam kegiatan tersebut, PT Oneject Indonesia memperkenalkan produk alat kesehatan berstandar internasional. Sementara itu, Java Sisters Vanilla menawarkan produk vanili organik berorientasi ekspor, sedangkan ACEH Food mempresentasikan berbagai produk makanan ringan yang berpotensi masuk ke pasar Afrika.
Perwakilan PT Oneject Indonesia, Dimas Aryo Pratomo, menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan untuk memperluas jaringan bisnis dengan mitra internasional. Ia berharap business networking dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan lebih banyak negara mitra.
Hal serupa disampaikan perwakilan Java Sisters Vanilla, Fayadh, yang menilai kegiatan tersebut efektif membuka peluang kolaborasi melalui pertemuan langsung dengan perwakilan negara asing.
Sementara itu, ACEH Food mengapresiasi fasilitasi Kemendag karena memberikan pengalaman pertama bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada calon buyer internasional. Kegiatan ini dinilai menjadi langkah awal menuju perluasan pasar global bagi produk Indonesia.


