Perluasan Jalur Rel Digenjot, Pemerintah Bidik Transportasi dan Logistik yang Lebih Terintegrasi

(Beritadaerah-Jakarta) Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengakselerasi pengembangan jaringan kereta api nasional sebagai upaya memperkuat keterhubungan antarwilayah, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjadikan transportasi berbasis rel sebagai salah satu penggerak utama mobilitas masyarakat dan arus logistik. Kebijakan ini juga sejalan dengan arah pembangunan infrastruktur yang menempatkan perkeretaapian sebagai elemen penting dalam mendukung kemajuan ekonomi dan modernisasi transportasi nasional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pengembangan sektor perkeretaapian tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga ditujukan untuk menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas. Menurutnya, jaringan rel yang semakin luas akan membuka akses masyarakat terhadap berbagai peluang ekonomi sekaligus menekan biaya distribusi barang.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan akan moda transportasi berbasis rel semakin mendesak seiring meningkatnya mobilitas penduduk dan aktivitas perdagangan. Selain mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya, kereta api dinilai memiliki keunggulan dari sisi efisiensi, keselamatan, serta dampak lingkungan yang lebih rendah dibanding moda transportasi lainnya.

Tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api juga tercermin dari pertumbuhan jumlah penumpang sepanjang 2025 yang mencapai hampir 550 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 8,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan semakin besarnya kepercayaan publik terhadap transportasi rel sebagai pilihan perjalanan.

Saat ini panjang jaringan rel aktif nasional telah mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Pemerintah menargetkan jaringan tersebut berkembang hingga lebih dari 10.500 kilometer pada masa mendatang, termasuk untuk mendukung kebutuhan transportasi perkotaan.

Pengembangan dilakukan sesuai karakteristik masing-masing daerah. Di Sumatera, fokus diarahkan pada peningkatan kapasitas angkutan barang dan penumpang. Sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, pembangunan jalur rel diproyeksikan mendukung distribusi komoditas unggulan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal.

Beberapa proyek yang menjadi perhatian pemerintah antara lain pengembangan jaringan Kereta Api Trans Sumatera, pembangunan jalur logistik di Kalimantan, penguatan operasional layanan Makassar–Parepare, serta perluasan sistem transportasi rel perkotaan di sejumlah kota.

Di Pulau Jawa, peningkatan kapasitas layanan dilakukan melalui elektrifikasi jalur, pengembangan kereta semi cepat, serta integrasi konektivitas dengan layanan kereta cepat guna meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat.

Kemenhub juga memperkuat peran kereta logistik dan kereta wisata yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kereta logistik diharapkan mampu menekan biaya distribusi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan, sedangkan kereta wisata berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di destinasi pariwisata.

Selain itu, program penyediaan gerbong khusus bagi petani dan pelaku usaha kecil terus diperluas untuk membantu distribusi hasil produksi dengan biaya yang lebih kompetitif. Program tersebut telah diterapkan di berbagai daerah dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Menurut Dudy, jaringan rel yang semakin terhubung akan memperkuat akses antara kawasan industri, sentra pertanian, pelabuhan, bandar udara, pusat perdagangan, hingga destinasi wisata. Kondisi tersebut diyakini mampu memperlancar pergerakan barang dan orang sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program tersebut, pemerintah mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, operator transportasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan sektor perkeretaapian juga tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

Kemenhub meyakini perluasan jaringan kereta api akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing nasional, mempercepat pemerataan pembangunan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.