(Beritadaerah-Nasional) Pemerintah terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor jasa keuangan untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional yang merata dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa penguatan ekonomi daerah menjadi faktor utama dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan ekonomi di setiap daerah karena capaian nasional merupakan akumulasi dari kinerja ekonomi wilayah di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” yang berlangsung di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih tergolong kuat. Stabilitas inflasi nasional disebut tetap terjaga di kisaran 2,4 persen, sementara tekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai relatif terkendali dibandingkan periode gejolak ekonomi sebelumnya.
UMKM dan KUR Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Pemerintah juga terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemerintah mengalokasikan pembiayaan sekitar Rp300 triliun untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat. Program tersebut dinilai mampu memperkuat produktivitas UMKM sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR tercatat mencapai sekitar Rp111 triliun melalui berbagai skema pembiayaan yang disiapkan pemerintah.
Ekonomi Digital Diproyeksikan Terus Tumbuh
Selain sektor UMKM, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi digital nasional melalui sinergi dengan pemerintah daerah.
Airlangga menyebut nilai ekonomi digital Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$150 miliar dan berpotensi meningkat menjadi US$400 miliar pada 2030.
Bahkan, apabila integrasi ekonomi digital kawasan ASEAN berjalan optimal, nilai ekonomi digital regional diproyeksikan dapat menembus US$2 triliun. Dari jumlah tersebut, Indonesia disebut berpotensi memperoleh kontribusi hingga sekitar US$600 miliar.
Penguatan Industri Semikonduktor Nasional
Dalam forum tersebut, pemerintah turut menyoroti pengembangan industri semikonduktor sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi jangka panjang.
Pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15 ribu talenta semikonduktor dalam tiga tahun mendatang guna memperkuat sumber daya manusia di sektor teknologi tinggi.
Pada tahap awal, sekitar seribu peserta telah mengikuti program pelatihan, sementara jumlah pendaftar tercatat mencapai sekitar 4.500 orang.
Selain pengembangan SDM, pemerintah juga berencana mendorong daerah yang memiliki potensi sumber daya silika untuk memperkuat hilirisasi industri berbasis silika sebagai fondasi pengembangan ekosistem semikonduktor nasional.
Melalui penguatan ekonomi daerah, digitalisasi, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan industri strategis, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi nasional dapat berlangsung lebih inklusif sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.


