(Beritadaerah – Desa Troso, Jepara) Kerajinan Tenun Troso dari Desa Troso, Kabupaten Jepara, terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu produk unggulan daerah yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan budaya lokal ke tingkat nasional hingga internasional.
Tenun Troso merupakan kerajinan tekstil tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Keahlian menenun menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat, dengan proses produksi yang masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Teknik ini menuntut ketelitian dan keterampilan tinggi, sehingga menghasilkan kain dengan kualitas khas dan nilai seni tinggi.
Keunikan Tenun Troso juga terletak pada ragam motif yang terus berkembang. Motif tradisional yang terinspirasi dari alam, kehidupan sehari-hari, hingga unsur budaya lokal seperti flora, fauna, dan bentuk geometris, tetap dipertahankan sebagai identitas. Di sisi lain, para perajin juga menghadirkan motif modern yang lebih adaptif terhadap tren pasar, guna menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk generasi muda.
Selain motif, proses pewarnaan menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas produk. Penggunaan pewarna alami dari bahan tumbuhan masih dipertahankan karena dinilai lebih ramah lingkungan dan memiliki ketahanan warna yang baik. Namun, untuk memenuhi kebutuhan pasar, sebagian perajin juga memanfaatkan pewarna sintetis guna menghasilkan variasi warna yang lebih beragam.
Dalam dua tahun terakhir, geliat industri Tenun Troso menunjukkan tren yang tetap bertahan dan berkembang. Aktivitas produksi di sejumlah rumah tenun di Desa Troso mampu mencapai rata-rata sekitar 500 potong kain per bulan, dengan harga bervariasi mulai dari Rp75 ribu hingga Rp500 ribu per potong. Produk-produk tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar ekspor seperti Myanmar, Thailand, hingga Australia.
Di sisi lain, upaya penguatan industri juga terlihat melalui proses pengajuan dan penetapan sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada tahun 2025, yang semakin memperkuat identitas dan daya saing Tenun Troso di pasar nasional maupun global.
Para perajin Tenun Troso pun menyampaikan harapan agar industri ini terus mendapat dukungan berkelanjutan, baik dari pemerintah maupun sektor swasta. Mereka berharap adanya kemudahan akses permodalan, pelatihan peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perluasan akses pasar digital dan ekspor.
Selain itu, para perajin juga mendorong adanya perlindungan terhadap produk lokal, termasuk penguatan identitas Tenun Troso sebagai warisan budaya daerah agar tidak mudah ditiru oleh produk massal. Dukungan terhadap regenerasi pengrajin muda juga dinilai penting agar keberlanjutan industri tetap terjaga.
Dengan dukungan berbagai pihak, Tenun Troso diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar global.
Keberadaan Tenun Troso menjadi bukti bahwa potensi lokal, jika dikelola dengan baik dan didukung secara berkelanjutan, mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus menjaga kekayaan budaya bangsa.


