(Beritadaerah – Jepara) Pemerintah Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar kegiatan Digital Talent Scholarship (DTS) 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di era transformasi digital.
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Jepara, Sridana Paminta, yang mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo, di Aula Gedung OPD Bersama, Senin (4/5).
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar, Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komdigi Yogyakarta Anton Susanto, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Budhi Sulistyawan.
Dalam sambutannya, Sridana Paminta menegaskan bahwa transformasi digital saat ini berkembang sangat cepat dan telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari pola kerja hingga sistem pelayanan publik. Karena itu, peningkatan kualitas SDM dinilai menjadi faktor utama dalam memperkuat daya saing daerah.
“Transformasi digital menuntut kesiapan semua pihak. Penguatan kompetensi SDM menjadi kunci agar Jepara mampu bersaing dan terus berkembang,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pembangunan di Kabupaten Jepara menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang dipaparkan, pertumbuhan ekonomi Jepara meningkat dari 4,22 persen menjadi 5,91 persen. Sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 6,9 persen menjadi 5,9 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk melangkah lebih cepat dalam menghadapi tantangan teknologi dan digitalisasi yang semakin kompleks.
Dalam mewujudkan visi Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius), Pemerintah Kabupaten Jepara telah meluncurkan sejumlah program berbasis digital, di antaranya layanan darurat Jepara Tanggap 112, program Desa Digital, hingga layanan administrasi kependudukan melalui Kios Adminduk.
Selain itu, pada 2025 Pemkab Jepara juga menjalankan program UMKM Naik Kelas, yang telah melayani ratusan ribu pencari kerja serta mengembangkan inkubasi UMKM agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar.
“Program-program tersebut membutuhkan dukungan SDM yang mumpuni. Karena itu, Digital Talent Scholarship 2026 menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah,” jelasnya.
Program DTS 2026 diikuti oleh berbagai kalangan. Sebanyak 35 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti pelatihan visualisasi data, 43 pelaku UMKM mengikuti pelatihan pemasaran dan affiliate digital marketing berbasis kecerdasan artifisial, serta 79 peserta lainnya mengikuti pelatihan pemasaran digital menggunakan teknologi AI.
Menurut Sridana, pelatihan ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat akselerasi menuju target UMKM Naik Kelas di Kabupaten Jepara.
“Ini merupakan upaya nyata untuk membekali masyarakat dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.
Pelatihan Digital Talent Scholarship 2026 berlangsung pada 4 hingga 7 Mei 2026. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu memperoleh pengetahuan baru sesuai bidang masing-masing, serta menerapkannya secara langsung dalam profesi maupun usaha yang dijalankan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, Jepara terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional.


