Taj Yasin menambahkan, perbaikan infrastruktur tidak cukup hanya dengan meninggikan jalan. Upaya normalisasi sungai dan revitalisasi tanggul harus dilakukan bersamaan agar aliran air bisa kembali ke laut dengan lancar.
Taj Yasin menambahkan, perbaikan infrastruktur tidak cukup hanya dengan meninggikan jalan. Upaya normalisasi sungai dan revitalisasi tanggul harus dilakukan bersamaan agar aliran air bisa kembali ke laut dengan lancar.

Wagub Jateng: Penanganan Rob di Demak Butuh Sinergi dan Langkah Nyata

(Beritadaerah – Demak) Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa penanganan banjir rob di Kabupaten Demak memerlukan kerja sama lintas sektor dan pendekatan menyeluruh.

Menurutnya, sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari penanaman mangrove, normalisasi sungai, hingga revitalisasi tanggul. Pemerintah pusat juga turut membangun kolam retensi dan tanggul laut (giant sea wall) untuk mengatasi persoalan rob di wilayah pesisir tersebut.

“Sayung benar-benar butuh perhatian, bukan sekadar perhatian, tapi juga aksi nyata,” ujar Taj Yasin usai kegiatan penanaman mangrove bersama warga di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung.

Ia menyebut, usulan dari Pemkab Demak terkait peninggian jalan sudah ditindaklanjuti. Dari total permintaan anggaran Rp1,7 triliun, Pemprov saat ini sedang menghitung kebutuhan awal, yang diperkirakan antara Rp300 hingga Rp500 miliar.

“Kami sedang mengkaji kebutuhan mendesak, terutama untuk infrastruktur jalan kabupaten yang terdampak,” jelasnya.

Taj Yasin menambahkan, perbaikan infrastruktur tidak cukup hanya dengan meninggikan jalan. Upaya normalisasi sungai dan revitalisasi tanggul harus dilakukan bersamaan agar aliran air bisa kembali ke laut dengan lancar.

“Kalau hanya meninggikan jalan tanpa mengatur aliran air, masalah tidak akan selesai,” tegasnya.

Wagub juga menyoroti pentingnya koordinasi dengan pemerintah pusat, mengingat jumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah mencapai 35 wilayah. Ia menyebut Kabupaten Pemalang juga mengajukan usulan anggaran yang hampir sama untuk penanganan rob.

Selain infrastruktur, penanaman mangrove dinilai sebagai solusi jangka panjang. Tanaman ini mampu menahan lumpur dan pasir, memperkuat garis pantai, serta membuka potensi ekonomi dan pariwisata.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Pemerintah telah membangun bendungan dan menyiapkan pompa air untuk mengurangi dampak banjir rob di wilayah rawan.