Banten

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan III 2024

(Beritadaerah-Ekonomi) Perekonomian Banten pada triwulan III-2024 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp219,88 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp133,35 triliun.

PDRB atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai ekonomi dengan harga yang berlaku pada tahun tersebut, sementara harga konstan menghilangkan pengaruh inflasi, memberikan gambaran pertumbuhan ekonomi riil.

Jika PDRB atas harga konstan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, itu menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi riil. Sebaliknya, penurunan angka ini bisa menandakan kontraksi ekonomi. Untuk menganalisis kinerja sektor-sektor ekonomi, penting untuk mengetahui kontribusi masing-masing sektor, seperti industri manufaktur, jasa, dan pertanian.

Perbedaan antara PDRB harga berlaku dan harga konstan bisa mencerminkan pengaruh inflasi. Jika selisihnya besar, ini bisa menandakan inflasi tinggi yang mempengaruhi daya beli dan biaya produksi. Tren pertumbuhan ekonomi dapat dipahami dengan membandingkan data ini dengan triwulan sebelumnya, yang membantu menentukan apakah perekonomian Banten berkembang atau stagnan.

Pertumbuhan ekonomi Banten berpotensi meningkat jika sektor-sektor unggulan, seperti manufaktur dan pariwisata, berkembang. Namun, ketergantungan pada sektor tertentu dapat menjadi risiko jika terjadi penurunan permintaan atau harga. Pemerintah daerah perlu merumuskan kebijakan untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan peluang di sektor-sektor baru.

Kebijakan fiskal yang mendukung pengembangan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, dan inovasi sektor bisa mendorong pertumbuhan lebih lanjut. Banten juga memiliki hubungan erat dengan Jakarta, yang mempengaruhi perekonomiannya melalui perdagangan, investasi, dan mobilitas tenaga kerja.

Secara keseluruhan, PDRB Banten menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik, tetapi juga menghadapi tantangan seperti inflasi dan ketergantungan sektor. Pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk memastikan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Banten

Pada Triwulan III-2024, ekonomi Banten mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,96 persen (q-to-q) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Ini menunjukkan adanya pemulihan ekonomi atau stabilitas setelah periode sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi yang terjadi di berbagai sektor.

Dari sisi produksi, sektor Pengadaan Listrik dan Gas mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 6,02 persen. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sektor energi, yang bisa disebabkan oleh peningkatan kebutuhan industri atau pengembangan infrastruktur energi di Banten. Sektor ini sangat penting, karena pengadaan listrik dan gas menjadi pendorong utama bagi industri, perumahan, dan sektor komersial di Banten.

Peningkatan sektor energi ini juga berpotensi mendorong perkembangan sektor-sektor lainnya, seperti industri manufaktur dan jasa, yang bergantung pada pasokan energi yang stabil. Selain itu, sektor energi yang berkembang dapat mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan akses energi yang lebih baik.

Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi dengan angka 3,12 persen. PMTB merupakan indikator penting dalam ekonomi karena mencerminkan investasi dalam barang modal, seperti bangunan, mesin, dan peralatan yang digunakan untuk produksi. Peningkatan PMTB ini menandakan adanya investasi yang cukup signifikan, baik dalam sektor publik maupun swasta, yang mendukung ekspansi kapasitas produksi daerah.

Investasi dalam PMTB biasanya mencakup pembangunan infrastruktur fisik, perumahan, dan fasilitas industri yang berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi. Peningkatan ini juga bisa menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Banten, yang mencerminkan stabilitas ekonomi dan potensi pertumbuhan yang baik di masa depan.

Secara keseluruhan, meski pertumbuhannya moderat, sektor energi dan investasi menunjukkan tren positif. Hal ini menunjukkan bahwa ada upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing Banten, yang akan memberikan dampak jangka panjang bagi perekonomian daerah. Pertumbuhan sektor energi yang solid dapat meningkatkan ketersediaan listrik dan gas untuk mendukung sektor manufaktur, perdagangan, dan sektor ekonomi lainnya.

Baca juga : Triwulan II 2024, Perekonomian Provinsi Banten Tumbuh 4,70 Persen

Selain itu, peningkatan PMTB memberikan harapan untuk pengembangan infrastruktur yang lebih baik, yang dapat mendorong pemerataan pembangunan dan menciptakan lapangan kerja. Namun, untuk mempertahankan tren positif ini, pemerintah daerah perlu fokus pada kebijakan yang mendukung investasi jangka panjang dan pengembangan sektor-sektor unggulan yang ada di Banten.

Ke depannya, jika sektor energi dan investasi terus berkembang, Banten dapat menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. Pengembangan sektor-sektor ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi ketimpangan ekonomi antar daerah di dalam Banten, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi Banten pada Triwulan III-2024 memberikan indikasi positif, meskipun tantangan tetap ada. Pemerintah daerah perlu memperkuat sektor-sektor yang tumbuh pesat, seperti energi dan infrastruktur, serta meningkatkan daya tarik investasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

Ekonomi Banten triwulan III-2024 terhadap triwulan III-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 4,93 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,42 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran lembaga Non-Profit (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,31 persen.

Sampai dengan triwulan III-2024, ekonomi Banten mengalami pertumbuhan sebesar 4,71 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 17,86 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran lembaga Non-Profit (PK-LNPRT) sebesar 16,83 persen.